Sebanyak 22 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa malam, 10 Maret 2026. Kedatangan rombongan ini disambut dengan suasana haru oleh pihak keluarga serta perwakilan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Terminal 3 sekitar pukul 20.30 WIB. Langkah pemulangan ini diambil sebagai tindakan antisipasi pemerintah Indonesia di tengah meningkatnya tensi geopolitik yang tidak menentu di wilayah Timur Tengah. Puluhan WNI tersebut diterbangkan menggunakan maskapai komersial melalui rute transit di Doha sebelum akhirnya menginjakkan kaki kembali di tanah air. Otoritas memastikan seluruh penumpang dalam kondisi sehat setelah melewati serangkaian skrining kesehatan dan verifikasi dokumen setibanya di bandara.
Mayoritas dari rombongan yang dipulangkan kali ini adalah mahasiswa dan pekerja migran yang sebelumnya menetap di zona-zona dengan risiko keamanan tinggi di Iran. Pemerintah memutuskan untuk memfasilitasi kepulangan mandiri bagi mereka yang masa studi atau kontrak kerjanya telah berakhir lebih awal demi menjamin keselamatan jiwa. Salah satu mahasiswa dalam rombongan tersebut mengungkapkan rasa syukurnya dapat kembali ke Indonesia, mengingat situasi di Teheran dan sekitarnya yang kian mencekam bagi warga asing. Peran aktif KBRI di Teheran dalam mempercepat proses administrasi dan logistik kepulangan menjadi kunci kelancaran evakuasi gelombang kedua ini, memberikan rasa tenang bagi para perantau yang sempat dihantui kekhawatiran akan pecahnya konflik terbuka.
Setibanya di Jakarta, para WNI langsung menjalani pendataan ulang serta pemeriksaan paspor oleh pihak imigrasi guna memastikan legalitas kepulangan mereka. Setelah seluruh proses birokrasi selesai, pemerintah memberikan kebebasan bagi warga untuk langsung pulang bersama keluarga masing-masing atau menggunakan fasilitas transportasi menuju daerah asal yang telah disiapkan. Kemenlu menegaskan bahwa pemantauan terhadap situasi di Timur Tengah tetap dilakukan secara intensif selama 24 jam penuh. Bagi WNI yang masih memilih bertahan di Iran, imbauan untuk tetap waspada dan menjaga komunikasi reguler dengan pihak kedutaan terus digalakkan guna mengantisipasi skenario terburuk jika stabilitas regional benar-benar runtuh dalam waktu dekat.
Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa keselamatan warga negara di luar negeri merupakan prioritas tertinggi dalam agenda kebijakan luar negeri tahun 2026 ini. Rencana kontingensi telah disiapkan secara matang, mencakup jalur-jalur evakuasi alternatif jika transportasi udara komersial mengalami gangguan di masa mendatang. Pemerintah juga mengimbau pihak keluarga di Indonesia untuk hanya merujuk pada informasi resmi dari kanal pemerintah guna menghindari disinformasi terkait kondisi kerabat mereka di wilayah konflik. Melalui koordinasi lintas sektoral yang solid, diharapkan proses perlindungan WNI dapat berjalan optimal hingga stabilitas keamanan di Timur Tengah kembali pulih dan aktivitas warga dapat berjalan normal tanpa ancaman keamanan yang membayangi.





