Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor pada Senin malam, 9 Maret 2026. Insiden tragis ini bermula saat korban berinisial S (34) tengah melaju dari arah Ancol menuju Tanjung Priok. Berdasarkan kesaksian warga di lokasi, korban berusaha mendahului kendaraan lain melalui sisi kiri jalan, namun nahas, motornya kehilangan kendali akibat kontur aspal yang tidak rata. Korban kemudian terjatuh ke arah kanan tepat saat sebuah truk trailer melintas searah di sampingnya, yang mengakibatkan korban terlindas roda bagian belakang kendaraan berat tersebut dan meninggal dunia seketika di lokasi kejadian.
Petugas dari Satlantas Polres Metro Jakarta Utara yang tiba di lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memetakan kronologi kejadian secara mendalam. Akibat benturan fatal pada bagian kepala dan dada, jasad korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk keperluan visum. Sementara itu, sopir truk trailer berinisial J (45) telah diamankan oleh pihak kepolisian guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait insiden tersebut. Kendaraan korban yang mengalami kerusakan parah juga telah dibawa ke kantor Unit Laka Lantas Jakarta Utara sebagai barang bukti utama dalam penyelidikan kasus kecelakaan di jalur logistik yang padat ini.
Pihak kepolisian menduga kuat bahwa kurangnya ruang saat mendahului serta kondisi permukaan aspal yang licin pascahujan menjadi faktor utama pemicu kecelakaan ini. Jalan RE Martadinata memang telah lama dikenal sebagai “jalur tengkorak” bagi para komuter roda dua karena intensitas kendaraan berat yang sangat tinggi setiap harinya. Kurangnya penerangan jalan di beberapa titik strategis serta kondisi aspal yang bergelombang di jalur industri tersebut kian memperbesar risiko kecelakaan fatal. Otoritas keamanan mengimbau para pengendara motor untuk ekstra waspada dan tidak memaksakan diri menyalip kendaraan besar dari sisi kiri demi menghindari area blind spot yang membahayakan keselamatan jiwa.
Proses evakuasi jasad dan pemindahan kendaraan yang tersangkut di kolong truk sempat memicu kemacetan panjang di sepanjang jalur utama Jakarta Utara tersebut pada Senin malam. Kejadian memilukan ini menambah daftar panjang korban jiwa yang melibatkan kendaraan logistik berukuran besar di kawasan pelabuhan. Keluarga korban dilaporkan telah dalam perjalanan menuju rumah sakit setelah menerima kabar duka ini. Kepolisian kembali menekankan pentingnya disiplin berlalu lintas, terutama bagi pengguna jalan yang harus berbagi jalur dengan truk kontainer, guna memastikan tragedi serupa tidak terus berulang di awal tahun 2026 ini.





