PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta secara resmi mengeluarkan imbauan bagi para calon penumpang untuk tiba di terminal keberangkatan minimal tiga jam sebelum jadwal penerbangan. Langkah antisipatif ini diambil menyusul eskalasi jumlah pergerakan pemudik yang mulai memadati Terminal 1, 2, dan 3 menjelang perayaan Lebaran 2026. Kedatangan lebih awal dinilai sangat krusial untuk meminimalisir risiko keterlambatan akibat potensi antrean panjang di area pemeriksaan keamanan (Security Check Point) serta konter pelaporan diri. Pihak otoritas bandara menekankan bahwa manajemen waktu yang baik dari sisi penumpang akan sangat membantu menjaga stabilitas operasional penerbangan agar tetap berjalan tepat waktu di tengah tingginya arus mobilitas masyarakat pada pertengahan Maret ini.
Kepadatan lalu lintas menuju akses utama bandara juga menjadi faktor pertimbangan utama di balik imbauan ini. Volume kendaraan pribadi dan angkutan umum yang membawa pemudik dilaporkan mulai memicu perlambatan di beberapa titik krusial menuju kawasan Tangerang. Oleh karena itu, waktu tambahan tiga jam tersebut memberikan ruang bagi penumpang untuk menghadapi kendala tak terduga selama di perjalanan maupun saat memproses bagasi di bandara. Pengelola bandara juga sangat menyarankan pengguna jasa untuk memaksimalkan penggunaan fitur web check-in atau aplikasi seluler maskapai guna mengurangi ketergantungan pada layanan konter fisik, sehingga alur pergerakan di dalam terminal dapat menjadi lebih efisien dan terurai dengan cepat.
Guna mendukung kelancaran arus mudik tahun ini, Posko Terpadu Lebaran telah resmi diaktifkan di Terminal 3 sebagai pusat kendali dan koordinasi antarinstansi, termasuk maskapai, TNI, Polri, dan pihak terkait lainnya. PT Angkasa Pura II memastikan bahwa seluruh infrastruktur pendukung, mulai dari mesin self check-in hingga sistem baggage drop otomatis, telah melalui pengecekan rutin dan dipastikan berfungsi optimal. Penyiapan fasilitas ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan penumpang meskipun volume pengguna jasa diprediksi akan terus merangkak naik hingga mencapai puncaknya pada H-3 Lebaran mendatang. Fokus utama pengelola saat ini adalah memastikan standar pelayanan dan keamanan tetap berada pada level tertinggi selama masa angkutan hari raya.
Melalui kerja sama yang sinergis antara petugas dan kesadaran penumpang untuk datang lebih awal, diharapkan integritas layanan di gerbang udara utama Indonesia ini tetap terjaga dengan baik. Pihak bandara berkomitmen untuk terus memantau situasi di lapangan secara real-time guna melakukan penyesuaian operasional jika terjadi penumpukan di titik-titik tertentu. Pengguna jasa juga diminta untuk selalu mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran proses keberangkatan menuju kampung halaman. Dengan persiapan yang matang dari seluruh pemangku kepentingan, diharapkan tradisi mudik melalui jalur udara tahun 2026 dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh lapisan masyarakat.





