Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengeluarkan imbauan strategis bagi seluruh warga ibu kota yang berencana melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026. Dalam keterangannya di Balai Kota pada Minggu malam, 15 Maret 2026, Pramono menekankan pentingnya warga untuk melapor kepada pengurus RT maupun RW setempat sebelum meninggalkan hunian dalam keadaan kosong. Prosedur pelaporan ini dinilai sangat krusial guna memudahkan pendataan jadwal keberangkatan dan kepulangan warga, sehingga petugas keamanan lingkungan (Siskamling) dapat melakukan pengawasan secara lebih terarah. Langkah preventif ini diharapkan dapat menekan risiko tindak kriminalitas, khususnya pencurian spesialis rumah kosong yang kerap meningkat selama masa libur panjang Idul Fitri.
Selain aspek keamanan dari gangguan eksternal, Pramono juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana domestik seperti kebakaran. Warga diwajibkan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap instalasi listrik, mencabut kabel yang tidak diperlukan, serta melepas regulator gas sebelum mengunci pintu rumah. Pj Gubernur menekankan bahwa kelalaian kecil terkait korsleting listrik sering kali menjadi pemicu utama kebakaran saat rumah ditinggalkan dalam waktu lama. Dengan memastikan seluruh keran air tertutup rapat dan perangkat elektronik dalam kondisi aman, diharapkan para pemudik dapat menjalani perjalanan ke kampung halaman dengan perasaan tenang tanpa rasa khawatir akan aset yang ditinggalkan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menginstruksikan Satpol PP untuk meningkatkan intensitas patroli di kawasan pemukiman dengan bersinergi bersama unsur TNI dan Polri. Fokus pengawasan akan diprioritaskan pada wilayah-wilayah yang mayoritas penduduknya melakukan mudik, di mana aktivitas Siskamling harus diaktifkan kembali secara maksimal. Para Wali Kota hingga Lurah telah diminta untuk memastikan pengamanan di tingkat akar rumput berjalan efektif selama periode lebaran ini. Sebagai tambahan perlindungan, warga juga disarankan menggunakan kunci ganda pada kendaraan bermotor yang ditinggalkan atau memanfaatkan layanan penitipan kendaraan gratis di kantor polisi dan instansi pemerintah setempat.
Masyarakat yang tidak melakukan mudik diimbau untuk turut peduli dengan kondisi lingkungan sekitar dan segera melaporkan hal-hal mencurigakan kepada pihak berwenang. Sinergi antara warga dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas ibu kota di tengah lonjakan arus mobilitas pada pertengahan Maret 2026 ini. Hingga saat ini, data menunjukkan pergerakan arus keluar Jakarta mulai mengalami eskalasi signifikan yang diprediksi akan mencapai puncaknya dalam beberapa hari ke depan. Dengan kedisiplinan warga dalam melapor dan menjaga keamanan fisik rumah, Pemprov DKI optimis perayaan hari raya tahun ini dapat berlangsung aman, minim insiden, dan penuh kedamaian bagi seluruh lapisan masyarakat.





