Dinamika Hotel Anabul Jelang Lebaran 2026: Dari Kucing “Menangis” hingga Aksi Mogok Makan di Jakarta Selatan

Redaksi RuangInfo

Musim mudik Lebaran 2026 tidak hanya memadati simpul transportasi manusia, tetapi juga membawa lonjakan okupansi pada jasa penitipan hewan peliharaan atau pet hotel di Jakarta Selatan. Sari (34), pengelola salah satu hotel khusus kucing, mengungkapkan bahwa fasilitasnya telah penuh dipesan oleh para pemilik yang hendak pulang kampung sejak jauh-jauh hari. Merawat puluhan kucing yang ditinggal pemudik memberikan tantangan emosional tersendiri, karena sifat kucing yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Beberapa kucing dilaporkan mengalami stres berat pada hari pertama penitipan, mulai dari yang terus mengeong mencari tuannya hingga menunjukkan perilaku unik seperti mengeluarkan air mata atau “menangis” karena merasa kehilangan figur pemiliknya di tempat asing tersebut.

Fenomena mogok makan juga menjadi kendala yang sering ditemui para staf hotel kucing saat menghadapi tamu-tamu anabul yang merasa asing dengan suasana baru. Guna mengatasi hal ini, pengelola menerapkan pendekatan personal yang intensif, seperti menyuapi makanan basah secara manual hingga memutar musik relaksasi khusus hewan untuk menurunkan tingkat kecemasan mereka. Sari menyarankan para pemilik untuk menyertakan benda-benda dengan aroma familiar, seperti bantal kecil atau mainan kesayangan, sebagai alat bantu agar kucing merasa lebih tenang dan serasa berada di rumah sendiri. Upaya mitigasi stres ini menjadi bagian krusial dari layanan profesional yang ditawarkan selama periode puncak keberangkatan mudik pada pertengahan Maret 2026 ini.

Dengan tarif berkisar antara Rp75.000 hingga Rp150.000 per malam, fasilitas yang ditawarkan mencakup kamar standar hingga tipe VIP yang dilengkapi dengan akses kamera CCTV 24 jam. Fitur pemantauan digital ini menjadi layanan yang paling diminati, karena memungkinkan pemilik untuk tetap mengawasi aktivitas kucing kesayangan mereka secara langsung melalui ponsel dari kampung halaman. Tak jarang, para pemudik meminta bantuan staf untuk melakukan panggilan video demi melepas rindu dengan hewan peliharaan mereka. Interaksi virtual ini terbukti mampu menjaga ikatan batin antara pemilik dan kucingnya, sekaligus memberikan rasa tenang bagi warga yang meninggalkan aset bernyawa mereka dalam waktu lama hingga seminggu lebih.

Keamanan kesehatan menjadi prioritas utama dengan kewajiban vaksinasi lengkap bagi setiap kucing yang akan menginap guna mencegah penularan penyakit di tengah padatnya kapasitas hotel. Hingga Rabu sore, 18 Maret 2026, tercatat sebanyak 45 ekor kucing telah menempati bilik-bilik penginapan di hotel milik Sari, dan jumlah ini diprediksi akan stabil hingga masa arus balik pada H+5 Lebaran mendatang. Kesadaran masyarakat untuk menitipkan hewan di tempat profesional menunjukkan pergeseran gaya hidup urban yang semakin peduli pada kesejahteraan hewan selama masa libur panjang. Dengan perawatan yang tepat, diharapkan para “tamu bulu” ini dapat melewati masa penantian mereka dengan nyaman hingga dijemput kembali oleh pemiliknya.

Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *