Menjelang perayaan Idul Fitri 2026, permintaan masyarakat terhadap Asisten Rumah Tangga (ART) pengganti atau infal di wilayah Jakarta dan sekitarnya mengalami lonjakan signifikan. Fenomena ini dipicu oleh tradisi mudik yang membuat banyak keluarga kehilangan tenaga bantuan reguler di rumah saat momen hari raya. Berdasarkan pantauan pada Rabu sore, 18 Maret 2026, sejumlah yayasan penyalur tenaga kerja melaporkan adanya kenaikan tarif jasa infal dibandingkan tahun sebelumnya, yang dipengaruhi oleh tingginya permintaan di tengah keterbatasan ketersediaan pekerja. Jasa ini menjadi solusi krusial bagi warga urban agar urusan domestik tetap terkelola dengan baik meskipun harus merogoh kocek lebih dalam untuk menutupi biaya operasional rumah tangga selama periode libur panjang tersebut.
Rincian biaya untuk jasa ART infal harian pada musim Lebaran tahun ini berkisar antara Rp200.000 hingga Rp350.000, tergantung pada cakupan pekerjaan standar seperti membersihkan rumah dan mencuci. Sementara itu, untuk layanan yang membutuhkan keterampilan khusus seperti perawat lansia atau pengasuh bayi (babysitter), tarif yang dipatok lebih tinggi yakni mencapai Rp300.000 hingga Rp500.000 per hari. Selain biaya harian, pengguna jasa biasanya dikenakan biaya administrasi yayasan yang berkisar antara Rp800.000 hingga Rp1,5 juta untuk satu kali pengambilan tenaga kerja. Beberapa yayasan juga menawarkan skema paket durasi 10 hingga 14 hari dengan estimasi harga total antara Rp2,5 juta hingga Rp4,5 juta guna memberikan kepastian ketersediaan tenaga kerja selama masa arus mudik dan balik.
Pihak penyalur jasa menyarankan agar masyarakat melakukan pemesanan sejak dini, mengingat stok tenaga kerja diprediksi akan habis terjual atau mengalami eskalasi harga tambahan jika dipesan mendekati hari H Lebaran. Hingga pertengahan Maret 2026, kuota ketersediaan ART infal di berbagai yayasan besar di Jakarta dilaporkan telah mencapai angka 80 persen. Meskipun biayanya tergolong tinggi, banyak warga di kawasan Jakarta Pusat dan sekitarnya mengaku tetap memilih jasa ini demi kenyamanan saat menerima tamu Lebaran tanpa harus terbebani oleh pekerjaan rumah tangga yang menumpuk. Kehadiran tenaga infal dinilai sebanding dengan nilai kemudahan yang didapatkan di tengah padatnya aktivitas silaturahmi di ibu kota.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) turut memberikan imbauan agar masyarakat tetap selektif dengan hanya menggunakan jasa dari yayasan resmi yang mengantongi izin operasional jelas. Langkah preventif ini penting untuk menjamin keamanan identitas tenaga kerja serta kepastian kontrak kerja yang transparan bagi kedua belah pihak. Dengan adanya kesepakatan tertulis, risiko perselisihan atau ketidaksesuaian layanan dapat diminimalisir selama masa kerja darurat ini. Seiring dengan pergerakan arus mudik yang mulai terasa pada Rabu malam, diharapkan sinergi antara penyalur dan pengguna jasa dapat menjaga stabilitas kebutuhan rumah tangga warga Jakarta selama masa libur lebaran 2026 berlangsung dengan aman dan tertib.





