Gelombang arus balik Lebaran 2026 mulai memadati Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, pada Selasa, 24 Maret 2026. Berdasarkan pantauan di lapangan, iring-iringan bus antarkota mulai intensif menurunkan penumpang di jalur kedatangan dengan bawaan khas mudik berupa koper, tas besar, hingga kardus-kardus logistik. Suasana terminal nampak sibuk dengan aktivitas para porter yang menawarkan jasa angkut serta barisan ojek pangkalan yang menyambut pemudik di pintu keluar. Sebagian besar penumpang memilih melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi terintegrasi seperti LRT dari Stasiun Kampung Rambutan, sementara sisanya tampak menunggu layanan taksi daring guna mencapai kediaman masing-masing di wilayah Jabodetabek.
Meskipun puncak arus balik diprediksi masih beberapa hari ke depan, sejumlah pemudik yang mencoba mencuri start justru tetap terjebak kemacetan parah di jalur trans-Jawa. Gani (25), salah satu penumpang asal Semarang, mengaku sengaja kembali lebih awal pada Senin malam guna menghindari penumpukan kendaraan sekaligus mempersiapkan diri sebelum kembali bekerja pada Rabu, 25 Maret 2026. Namun, prediksinya meleset karena bus yang ia tumpangi mengalami keterlambatan jadwal akibat kemacetan panjang sejak dari titik Salatiga. Perjalanan dari Semarang menuju Jakarta yang biasanya hanya memakan waktu sekitar tujuh jam, membengkak secara signifikan hingga 10 jam akibat padatnya volume kendaraan di jalur utama.
Kondisi serupa dialami oleh Cece, pemudik asal Tasikmalaya yang menempuh perjalanan darat menuju ibu kota selama 12 jam, hampir dua kali lipat dari durasi normal yang biasanya berkisar antara 7 hingga 8 jam. Kemacetan di jalur selatan Jawa dilaporkan merata, membuat mobilitas para pengguna bus terhambat cukup lama di jalan raya. Cece memutuskan kembali pada H+3 Lebaran dengan alasan ingin memaksimalkan sisa masa libur sekolah anak-anaknya di Jakarta setelah sebelumnya menghabiskan waktu di kampung halaman. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun warga berusaha mengatur waktu kepulangan secara mandiri, tingginya animo masyarakat untuk segera kembali ke kota tetap memicu kejenuhan pada kapasitas jalan nasional.
Hingga Selasa petang, eskalasi penumpang di Terminal Kampung Rambutan diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan berakhirnya masa cuti bersama bagi sebagian besar pekerja sektor formal. Otoritas terminal terus bersiaga untuk mengatur alur kedatangan armada bus agar tidak terjadi penumpukan di area operasional. Para pemudik diimbau untuk tetap menjaga kondisi fisik pasca-perjalanan jauh dan memastikan barang bawaan tidak tertinggal saat berganti moda transportasi. Dinamika arus balik pada pertengahan Maret 2026 ini menjadi potret tantangan tahunan dalam manajemen transportasi publik, di mana durasi perjalanan menjadi variabel yang sulit diprediksi akibat lonjakan volume kendaraan di berbagai koridor utama.





