Arus Komuter Daan Mogot Lumpuh Kamis Pagi: Kepadatan Merayap Selimuti Jalur Utama Tangerang-Jakarta

Redaksi RuangInfo

Laju mobilitas di ruas utama Jalan Raya Daan Mogot yang menghubungkan Kota Tangerang menuju Jakarta mengalami hambatan serius pada Kamis pagi, 26 Maret 2026. Arus lalu lintas terpantau padat merayap seiring dengan kembalinya aktivitas perkantoran secara penuh pasca-libur panjang Lebaran. Ribuan kendaraan pribadi dan angkutan umum terjebak dalam antrean panjang yang mengular di jalur penghubung antarprovinsi ini sejak fajar menyingsing. Penumpukan volume kendaraan yang masif menjadi penanda berakhirnya masa lengang di wilayah penyangga ibu kota, memaksa para pejuang nafkah untuk kembali berakrab-ria dengan kemacetan khas jalur barat Jakarta di pertengahan Maret ini.

Titik krusial kemacetan dilaporkan terjadi di Simpang Batu Ceper, di mana arus kendaraan dari arah pusat Kota Tangerang bertemu dengan lonjakan volume dari kawasan pemukiman sekitar. Kondisi serupa yang lebih parah terlihat di kawasan Kalideres, tepatnya di sekitar terminal hingga perbatasan Jakarta Barat, yang dipicu oleh tingginya aktivitas naik-turun penumpang serta adanya penyempitan jalur di beberapa ruas. Di area Jembatan Gantung dan Pesakih, laju kendaraan roda dua maupun roda empat bahkan hanya mampu menyentuh kecepatan statis antara 5 hingga 10 km/jam. Antrean kendaraan yang mengular hingga beberapa kilometer menciptakan pemandangan lautan mesin yang nyaris tak bergerak di tengah teriknya cuaca pagi.

Selain lonjakan drastis jumlah pekerja yang kembali ke kantor, terdapat beberapa faktor teknis yang memperburuk beban kepadatan di jalur utama ini. Sisa-sisa proyek perbaikan jalan di sejumlah titik strategis serta tingginya mobilitas truk bermuatan besar menambah hambatan bagi kelancaran sirkulasi kendaraan. Keberadaan kendaraan berat di jam sibuk pagi hari menciptakan efek domino terhadap kecepatan rata-rata di belakangnya, sehingga waktu tempuh perjalanan membengkak berkali-kali lipat dari durasi normal. Dinamika ini menuntut kesabaran ekstra bagi para pengendara yang sedang berupaya mengejar jam masuk kantor pada hari pertama operasional penuh instansi pemerintah dan swasta.

Hingga menjelang siang hari, personel Satlantas dan petugas Dishub tampak bersiaga penuh di setiap persimpangan besar guna melakukan pengaturan arus secara manual. Meskipun upaya penguraian terus dilakukan, besarnya volume kendaraan yang mengalir dari arah Tangerang membuat kepadatan sangat sulit dihindarkan. Petugas di lapangan berupaya memprioritaskan jalur-jalur utama agar tidak terjadi penguncian arus di titik-titik putar balik (u-turn) yang rawan. Para pengguna jalan sangat disarankan untuk mempertimbangkan jalur alternatif melalui Tol JORR atau menggunakan moda transportasi berbasis rel seperti KRL guna menghindari terjebak stagnasi di jalur arteri Daan Mogot selama fase transisi pasca-Lebaran ini.

Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *