Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi memproyeksikan puncak arus balik Lebaran 2026 di Terminal Bekasi akan terbagi menjadi dua fase utama guna mengantisipasi penumpukan massa yang ekstrem. Gelombang pertama diprediksi berlangsung pada Selasa dan Rabu, 24–25 Maret 2026, yang didominasi oleh para pekerja dari sektor aparatur sipil negara (ASN) maupun pegawai swasta yang harus kembali beraktivitas sesuai jadwal perkantoran pasca-Idulfitri. Sementara itu, gelombang kedua diperkirakan akan terjadi pada akhir pekan mendatang, tepatnya antara tanggal 27 hingga 29 Maret 2026. Fase kedua ini berkaitan erat dengan berakhirnya masa libur sekolah serta selesainya masa pemberlakuan kebijakan Work From Anywhere (WFA) di sejumlah instansi pemerintahan maupun perusahaan swasta.
Hingga Rabu siang, 25 Maret 2026, situasi di lapangan menunjukkan tren kenaikan volume kedatangan penumpang sekitar 7 persen dibandingkan hari sebelumnya. Arus balik di gerbang utama Bekasi Timur ini masih didominasi oleh armada Angkutan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) dari berbagai wilayah di Jawa Barat dan Banten. Beberapa rute yang terpantau paling padat jadwal kedatangannya antara lain berasal dari Indramayu, Tasikmalaya, Bandung, Majalengka, hingga Merak. Para pemudik yang tiba tampak membawa muatan logistik dalam jumlah besar, mulai dari koper dan kardus ukuran jumbo hingga bahan pokok hasil bumi yang dibawa langsung dari kampung halaman sebagai buah tangan.
Data operasional mencatat bahwa pada Senin, 23 Maret 2026, sebanyak 658 penumpang telah tiba dengan dukungan 204 armada bus, dan angka ini dipastikan melonjak signifikan pada puncak gelombang pertama di pertengahan minggu ini. Guna menjaga kelancaran alur sirkulasi, petugas terminal telah disiagakan di berbagai titik strategis untuk mengatur parkir bus dan mencegah kemacetan di pintu keluar-masuk. Manajemen trafik yang dinamis menjadi kunci utama agar proses penurunan penumpang dan barang bawaan tidak mengganggu ritme keberangkatan bus lainnya. Pengawasan ketat juga dilakukan terhadap ketersediaan angkutan pengumpan seperti angkot dan ojek daring agar pemudik dapat segera melanjutkan perjalanan menuju kediaman masing-masing.
Otoritas perhubungan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap barang bawaan berharga di tengah kepadatan Terminal Bekasi yang terus meningkat. Pembagian arus balik ke dalam dua gelombang ini diharapkan dapat menyeimbangkan beban infrastruktur transportasi darat sehingga kenyamanan pengguna jasa tetap terjaga. Selain itu, koordinasi dengan pihak kepolisian terus diperkuat untuk memantau keamanan di area publik selama 24 jam penuh hingga masa angkutan Lebaran 2026 dinyatakan berakhir. Dengan persiapan yang matang di tingkat daerah, diharapkan seluruh rangkaian kepulangan warga menuju wilayah penyangga ibu kota ini dapat berjalan kondusif dan tertib tanpa kendala operasional yang berarti.





