Suasana khidmat pelaksanaan shalat tarawih di sebuah masjid kawasan Sukmajaya, Kota Depok, berubah menjadi haru menyusul wafatnya seorang jamaah pria berinisial HR (58) pada Minggu malam, 15 Maret 2026. Insiden tersebut terjadi secara mendadak pada rakaat kedua, di mana korban diketahui tidak kunjung bangkit dari posisi sujudnya saat jamaah lain telah melanjutkan gerakan shalat. Awalnya, para jamaah di sekitar menduga almarhum sedang bersujud dalam waktu lama karena kekhusyukan ibadah. Namun, kecurigaan muncul ketika imam telah mengakhiri shalat dengan salam, sementara tubuh HR tetap bergeming dalam posisi sujud di atas sajadahnya, memicu kekhawatiran orang-orang di sekitarnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan secara perlahan oleh jamaah usai ibadah selesai, diketahui bahwa detak nadi HR sudah tidak lagi terasa. Pihak masjid segera memanggil tim medis dari klinik terdekat serta aparat kepolisian untuk memastikan kondisi korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar di lokasi kejadian, tim medis menyatakan bahwa pria tersebut telah meninggal dunia, yang diduga kuat akibat serangan jantung mendadak. Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan keterangan medis ini diperkuat oleh pihak keluarga yang mengakui bahwa almarhum memang memiliki riwayat penyakit jantung serta sempat mengeluhkan sesak napas sebelum berangkat ke masjid.
Kepergian HR dalam posisi sujud di tengah bulan suci Ramadhan ini menyebarkan rasa haru mendalam bagi warga di lingkungan Sukmajaya. Banyak jamaah yang memandang wafatnya almarhum sebagai akhir yang baik atau husnul khatimah karena terjadi di tempat suci saat sedang menjalankan rukun ibadah. Istri almarhum yang tiba di lokasi tak kuasa menahan tangis, namun menyatakan keikhlasannya atas kepergian sang suami yang dikenal sebagai sosok religius dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggalnya. Sosok almarhum selama ini memang dipandang sebagai pribadi yang istiqomah dalam beribadah, sehingga kepergiannya meninggalkan kesan spiritual yang mendalam bagi masyarakat sekitar.
Jenazah almarhum langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan rencananya akan dimakamkan pada Senin pagi di tempat pemakaman umum setempat. Pengurus masjid menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya dan mengajak seluruh jamaah untuk memberikan doa terbaik bagi almarhum. Kejadian pada pertengahan Maret 2026 ini menjadi pengingat bagi warga akan rahasia kematian yang dapat menjemput kapan saja, bahkan di saat yang paling tidak terduga. Hingga Senin pagi, kediaman almarhum terus didatangi pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir bagi sosok yang wafat dalam keheningan doa dan pengabdian kepada Tuhan tersebut.





