Setelah sekian lama merantau dari tanah Maluku Utara, Malut United akhirnya kembali ke pangkuan Stadion Gelora Kie Raha di Kota Ternate. Pertandingan ini menjadi momen bersejarah bagi tim tuan rumah, yang berhasil menaklukkan Persis Solo dengan skor telak 3-0 pada Kamis, 21 November 2024. Stadion yang baru saja selesai direnovasi ini menjadi saksi bisu dari kemenangan gemilang Malut United di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Di awal pertandingan, kedua tim tampak kesulitan untuk mengembangkan permainan. Persis Solo, meskipun menguasai bola hingga 60 persen, berjuang keras untuk menembus pertahanan Malut United yang dikomandoi oleh Safrudin Tahar. Disiplin dan kerapihan garis pertahanan Malut menjadi kunci utama dalam menahan serangan lawan.
Pada menit ke-45, Yance Sayuri hampir saja membuka keunggulan bagi Malut United dengan tendangan dari luar kotak penalti yang membentur mistar gawang. Namun, gol yang dinanti-nantikan baru datang di babak kedua.
Memasuki menit ke-52, Yakob Sayuri yang menggiring bola di sisi lapangan berhasil melepaskan umpan lambung yang ditanduk dengan sempurna oleh Diego ‘Chino’ Martinez, membuka keunggulan bagi Malut United. Persis Solo mencoba bangkit melalui penyerang Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta, namun usahanya terperangkap off-side pada menit ke-65.
Malut United kembali memanfaatkan peluang pada menit ke-67. Yance Sayuri mengirimkan umpan yang kembali dimanfaatkan oleh Diego Martinez untuk mencetak gol kedua bagi tim tuan rumah. Meski sempat ada gol yang dianulir karena off-side, Yakob Sayuri akhirnya menebus kesalahannya pada menit ke-79 dengan mencetak gol ketiga setelah menerima umpan dari Rifal Lastori.
Kemenangan ini membawa Malut United naik ke posisi 11, menggeser Dewa United. Ini juga menjadi margin kemenangan terbesar bagi Malut United hingga pekan ke-11. Sementara itu, kekalahan ini semakin menekan Persis Solo yang terpuruk di posisi 16, atau zona degradasi. Persis Solo juga tercatat sebagai salah satu tim Liga 1 yang paling banyak kebobolan dengan total 19 gol.
Dengan hasil ini, Malut United menunjukkan bahwa mereka siap bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, sementara Persis Solo harus berjuang lebih keras untuk keluar dari zona degradasi. Pertandingan ini tidak hanya menjadi kemenangan bagi Malut United, tetapi juga menjadi pengingat bagi Persis Solo untuk segera memperbaiki performa mereka di sisa musim ini.





