Politikus Partai Gerindra, Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, memproyeksikan bahwa pasangan Ridwan Kamil dan Suswono akan meraih kemenangan dalam Pilkada Jakarta 2024 melalui putaran kedua. Menurut Ara, selisih elektabilitas antara pasangan Ridwan Kamil-Suswono dan Pramono Anung-Rano Karno sangat tipis berdasarkan berbagai survei yang telah dilakukan.
Ara menegaskan bahwa kemungkinan besar tidak ada pasangan calon yang akan memenuhi syarat untuk menang dalam satu putaran, yaitu memperoleh 50 persen plus 1 suara.
“Menurut saya, putaran kedua, ini catat saja ya, putaran kedua akan terjadi di Jakarta dan pada akhirnya Ridwan Kamil yang menang,” ujar Ara dalam jumpa pers yang digelar oleh Indikator Politik Indonesia di Jakarta.
Ara juga menyebutkan bahwa suara Ridwan Kamil-Suswono diprediksi akan meningkat dalam beberapa hari terakhir menjelang pemilihan. Hal ini disebabkan oleh dukungan dari Presiden ketujuh RI, Joko Widodo, yang akan turun langsung untuk mengampanyekan pasangan tersebut.
Sebaliknya, Ara melihat adanya potensi penurunan suara untuk pasangan Pramono Anung-Rano Karno. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh dukungan dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang dinilai tidak sejalan dengan pendukung PDIP.
“Suara Pram makin lama makin turun karena pendukung Prabowo dan pendukung Jokowi konsolidasi,” tambahnya.
Ara juga menambahkan bahwa pemilih nonmuslim cenderung meninggalkan pasangan Pramono-Rano Karno karena dukungan dari Anies Baswedan. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran dukungan yang signifikan di kalangan pemilih.
Survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia pada periode 30 Oktober hingga 8 November 2024 menunjukkan bahwa elektabilitas pasangan Pramono Anung-Rano Karno berada di angka 42,9 persen. Sementara itu, elektabilitas Ridwan Kamil-Suswono mencapai 39,2 persen, dan pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana memperoleh 5,1 persen.
Dengan hasil survei yang menunjukkan persaingan ketat antara dua pasangan calon utama, prediksi Ara mengenai terjadinya putaran kedua dalam Pilkada Jakarta 2024 semakin menguat. Dukungan dari tokoh-tokoh politik nasional dan dinamika politik lokal akan menjadi faktor penentu dalam menentukan pemenang akhir dari kontestasi ini.





