Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat malam (28/2) telah menyebabkan banjir di tiga kampung di Desa Cijayanti, Babakan Madang. Luapan air dari Kali Cisarapati dan Kali Cijayanti menjadi penyebab utama terjadinya banjir yang merendam puluhan rumah warga.
M Adam Hamdani, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan meluapnya aliran Kali Cisarapati dan Kali Cijayanti.
“Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi, mengakibatkan meluapnya aliran Kali Cisarapati dan Kali Cijayanti, sehingga menyebabkan banjir lintasan,” ungkapnya dalam keterangan resmi pada Sabtu (1/3).
Banjir yang terjadi mengakibatkan ketinggian air mencapai 1,5 meter, merendam puluhan rumah, dan mempengaruhi 243 jiwa yang tinggal di 73 rumah di tiga kampung. Rinciannya, 181 jiwa terdampak di Kampung Cicerewed, 34 jiwa di Kampung Cimanggurang, dan 28 jiwa di Kampung Babakan Tengah. Beruntung, tidak ada korban jiwa atau pengungsi dalam kejadian ini.
Saat ini, banjir lintasan telah surut, dan warga mulai membersihkan material lumpur yang masuk ke rumah mereka. BPBD Kabupaten Bogor terus berkoordinasi dengan aparatur setempat untuk memastikan penanganan bencana berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) kebencanaan.
BPBD Kabupaten Bogor telah melakukan kaji cepat dan analisis di lokasi bencana. Selain itu, mereka juga memberikan edukasi kebencanaan kepada warga dan mengimbau agar tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan. “Melakukan kaji cepat dan analisa di lokasi bencana dan memberikan edukasi kebencanaan dan himbau,” ujar M Adam Hamdani.
Banjir yang melanda Desa Cijayanti di Kabupaten Bogor menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Dengan koordinasi yang baik antara BPBD dan aparatur setempat, diharapkan penanganan bencana dapat dilakukan dengan cepat dan efektif, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir. Masyarakat juga diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.





