China Memperluas Akses Bebas Visa untuk Sembilan Negara, Dorong Pariwisata dan Bisnis

Redaksi RuangInfo

Pada Jumat (22/11/2023), China mengumumkan kebijakan baru yang berpotensi menghidupkan kembali sektor pariwisata dan bisnis yang lesu. Pemerintah China memutuskan untuk memperluas akses bebas visa ke sembilan negara tambahan, sebuah langkah yang diharapkan dapat meningkatkan arus wisatawan dan pelaku bisnis ke negara tersebut.

Mulai 30 November, wisatawan dari Bulgaria, Rumania, Malta, Kroasia, Montenegro, Makedonia Utara, Estonia, Latvia, dan Jepang akan dapat memasuki China tanpa visa hingga 30 hari. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian.

Penambahan Jepang dalam daftar negara bebas visa ini tampaknya mencerminkan upaya China untuk memperbaiki hubungan bilateral yang sempat memburuk. Ketegangan antara kedua negara meningkat akibat narasi keras Tokyo terkait isu Taiwan. Namun, pada bulan September lalu, China dan Jepang berhasil mencapai kesepakatan terkait pelepasan air radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima yang rusak.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshimasa Hayashi, menyatakan bahwa Jepang adalah salah satu dari tiga negara yang sebelumnya memiliki akses bebas visa sebelum pandemi. Pemerintah Jepang telah berulang kali meminta agar akses ini dipulihkan.

“Kami berharap langkah pembebasan visa yang diumumkan oleh pihak China akan berkontribusi untuk memperlancar pertukaran antara Jepang dan China,” ujar Hayashi.

Lin Jian menjelaskan bahwa durasi tinggal yang diizinkan untuk akses bebas visa telah ditingkatkan dari 15 hari menjadi 30 hari. Pada tahap awal, kebijakan ini hanya berlaku bagi individu yang terlibat dalam pertukaran, seperti mahasiswa dan akademisi. China berupaya mendorong pertukaran antarmasyarakat untuk memperbaiki hubungan dengan negara-negara lain yang terkadang tegang.

Selama pandemi, China memberlakukan pembatasan ketat terhadap masuknya warga negara asing dan baru mengakhiri pembatasan tersebut lebih lambat dibandingkan negara lain. Sebelumnya, pada Juli 2023, China telah memulihkan akses bebas visa bagi warga negara Brunei Darussalam dan Singapura. Kemudian, pada 1 Desember tahun lalu, akses bebas visa diperluas ke enam negara lainnya, yaitu Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Spanyol, dan Malaysia.

Program perluasan akses bebas visa ini dilakukan secara bertahap. Beberapa negara, termasuk Thailand, telah mengumumkan kebijakan serupa bagi warga negara China, dengan harapan dapat menarik kembali wisatawan dari negara tersebut.

Menurut Kantor Berita resmi Xinhua, selama periode tiga bulan dari Juli hingga September tahun ini, China mencatat 8,2 juta kedatangan warga negara asing. Dari jumlah tersebut, 4,9 juta di antaranya memanfaatkan akses bebas visa. Data ini menunjukkan potensi besar dari kebijakan bebas visa dalam meningkatkan jumlah wisatawan dan pelaku bisnis yang berkunjung ke China.

Dengan kebijakan baru ini, China berharap dapat memperkuat hubungan internasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata dan bisnis. Langkah ini juga menunjukkan komitmen China untuk membuka diri terhadap dunia setelah periode pembatasan yang ketat selama pandemi.

Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *