Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, memberikan perhatian khusus terhadap pergeseran besar-besaran yang melibatkan 300 perwira tinggi di TNI, mulai dari Danpaspampres hingga Pangkogabwilhan I. Pergeseran ini tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1545/XII/2024 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dalam Jabatan di TNI. Hasanuddin menilai bahwa pergeseran ini merupakan hal yang biasa dan tidak ada kaitannya dengan loyalis Presiden ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Hasanuddin, pergeseran di lingkungan TNI adalah hal yang rutin dilakukan setiap tiga hingga empat bulan, melibatkan 60 hingga 100 orang.
“Jadi kalau sekarang ada pergeseran 300 orang ya tidak apa-apa, karena masih banyak jabatan-jabatan yang sudah diduduki lebih dari satu tahun belum ada pergeseran,” ujarnya saat dihubungi.
Hasanuddin meyakini bahwa pergeseran yang dilakukan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah melalui pertimbangan yang matang. Pergeseran ini dianggap sebagai bagian dari regenerasi dan pembinaan karier para perwira. Politikus PDIP ini juga menegaskan bahwa pergeseran tidak bisa dikaitkan dengan pergeseran orang-orang yang dekat atau loyalis pemerintahan sebelumnya di bawah Jokowi. Menurutnya, TNI hanya loyal kepada negara, bukan kepada sosok tertentu.
“Menurut hemat saya TNI itu tidak ada urusan dukung mendukung presiden, TNI hanya loyal kepada negara,” katanya.
Di sisi lain, Hasanuddin juga menyoroti pergeseran Pangkogabwilhan I yang kini diberikan kepada TNI AD dari TNI AL. Menurutnya, hal ini tidak bermasalah karena tidak ada aturan baku yang mengharuskan Pangkogabwilhan I diduduki oleh matra tertentu.
“Ya memang tidak ada aturan baku bahwa Pangkogabwilhan 1 itu harus diduduki perwira tinggi angkatan laut tidak ada, bisa saja bergeser sesuai dengan kebutuhan. Pangkogabwilhan 1 itu mau pensiun kemudian diserahkan kepada angkatan darat Mayjen Kunto Arief Wibowo menurut hemat saya tidak ada masalah, karena stafnya juga kan gabungan dari semua matra,” jelasnya.
Sebanyak 300 Perwira Tinggi (Pati) TNI dirotasi dan dimutasi oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto. Pergeseran ini terdiri dari 143 perwira dari TNI AD, 92 dari TNI AL, dan 65 dari TNI AU. Rotasi pergeseran ini didasarkan pada Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1545/XII/2024 yang dikeluarkan pada 6 Desember. Ini menjadi pergeseran besar-besaran pertama di lingkungan TNI di era pemerintahan Prabowo.
Pergeseran besar-besaran ini menunjukkan dinamika yang terjadi di tubuh TNI. Dengan adanya pergeseran ini, diharapkan dapat tercipta regenerasi dan pembinaan karier yang lebih baik bagi para perwira. Selain itu, pergeseran ini juga menegaskan bahwa TNI tetap loyal kepada negara dan tidak terpengaruh oleh kepentingan politik tertentu. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan matang demi menjaga profesionalisme dan integritas TNI sebagai garda terdepan pertahanan negara.
Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, memberikan perhatian khusus terhadap pergeseran besar-besaran yang melibatkan 300 perwira tinggi di TNI, mulai dari Danpaspampres hingga Pangkogabwilhan I. Pergeseran ini tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1545/XII/2024 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dalam Jabatan di TNI. Hasanuddin menilai bahwa pergeseran ini merupakan hal yang biasa dan tidak ada kaitannya dengan loyalis Presiden ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Hasanuddin, pergeseran di lingkungan TNI adalah hal yang rutin dilakukan setiap tiga hingga empat bulan, melibatkan 60 hingga 100 orang.
“Jadi kalau sekarang ada pergeseran 300 orang ya tidak apa-apa, karena masih banyak jabatan-jabatan yang sudah diduduki lebih dari satu tahun belum ada pergeseran,” ujarnya saat dihubungi.
Hasanuddin meyakini bahwa pergeseran yang dilakukan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah melalui pertimbangan yang matang. Pergeseran ini dianggap sebagai bagian dari regenerasi dan pembinaan karier para perwira. Politikus PDIP ini juga menegaskan bahwa pergeseran tidak bisa dikaitkan dengan pergeseran orang-orang yang dekat atau loyalis pemerintahan sebelumnya di bawah Jokowi. Menurutnya, TNI hanya loyal kepada negara, bukan kepada sosok tertentu.
“Menurut hemat saya TNI itu tidak ada urusan dukung mendukung presiden, TNI hanya loyal kepada negara,” katanya.
Di sisi lain, Hasanuddin juga menyoroti pergeseran Pangkogabwilhan I yang kini diberikan kepada TNI AD dari TNI AL. Menurutnya, hal ini tidak bermasalah karena tidak ada aturan baku yang mengharuskan Pangkogabwilhan I diduduki oleh matra tertentu.
“Ya memang tidak ada aturan baku bahwa Pangkogabwilhan 1 itu harus diduduki perwira tinggi angkatan laut tidak ada, bisa saja bergeser sesuai dengan kebutuhan. Pangkogabwilhan 1 itu mau pensiun kemudian diserahkan kepada angkatan darat Mayjen Kunto Arief Wibowo menurut hemat saya tidak ada masalah, karena stafnya juga kan gabungan dari semua matra,” jelasnya.
Sebanyak 300 Perwira Tinggi (Pati) TNI dirotasi dan dimutasi oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto. Pergeseran ini terdiri dari 143 perwira dari TNI AD, 92 dari TNI AL, dan 65 dari TNI AU. Rotasi pergeseran ini didasarkan pada Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1545/XII/2024 yang dikeluarkan pada 6 Desember. Ini menjadi pergeseran besar-besaran pertama di lingkungan TNI di era pemerintahan Prabowo.
Pergeseran besar-besaran ini menunjukkan dinamika yang terjadi di tubuh TNI. Dengan adanya pergeseran ini, diharapkan dapat tercipta regenerasi dan pembinaan karier yang lebih baik bagi para perwira. Selain itu, pergeseran ini juga menegaskan bahwa TNI tetap loyal kepada negara dan tidak terpengaruh oleh kepentingan politik tertentu. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan matang demi menjaga profesionalisme dan integritas TNI sebagai garda terdepan pertahanan negara.





