Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi mengukuhkan pasangan Hasto Wardoyo dan Wawan Hermawan sebagai wali kota dan wakil wali kota Yogyakarta terpilih pada Kamis (9/1). Penetapan ini berlangsung dalam rapat pleno KPU Kota Yogyakarta yang diadakan di The Malioboro Hotel & Conference Center, Kota Yogyakarta.
Hasto Wardoyo, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di era Presiden Joko Widodo, bersama Wawan Hermawan akan memimpin Kota Yogyakarta untuk periode 2025-2030. Pasangan ini berhasil memenangkan Pilkada Kota Yogyakarta 2024 dengan perolehan 87.485 suara atau 44,40 persen dari total suara sah.
Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Arsyosamodro, mengumumkan penetapan pasangan calon nomor urut 2, Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan, sebagai wali kota dan wakil wali kota terpilih.
“Menetapkan pasangan calon wali kota dan wakil wali Kota Yogyakarta nomor urut 2 atas nama Saudara dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dan Wawan Harmawan S.E, M.M sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota terpilih Kota Yogyakarta dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yogyakarta Tahun 2024,” ujar Harsya.
Penetapan ini dilakukan setelah tidak ada gugatan yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil Pilkada Yogyakarta. “Satu hari setelah penetapan ini akan diproses oleh DPRD kota Yogyakarta sesuai mekanisme perundang-undangan yang berlaku,” tambah Harsya.
Dalam sambutannya, Hasto Wardoyo menegaskan bahwa penetapan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tugas dan tanggung jawab untuk memajukan Kota Yogyakarta. Hasto-Wawan berkomitmen untuk membangun kota yang sehat, bebas dari masalah sampah, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Mereka juga berencana untuk memoles generasi muda agar dapat mencapai kemandirian ekonomi, menyongsong bonus demografi yang akan datang.
Sebagai mantan bupati Kulon Progo, Hasto mengajak kolaborasi multipihak, termasuk menerima masukan dari pasangan calon lain yang berpartisipasi dalam Pilkada Yogyakarta 2024, untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Kota Gudeg.
Hasto-Wawan memiliki visi untuk menjadikan Kota Yogyakarta sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dan pusat rujukan (center of referral) dengan memanfaatkan potensi budaya, pariwisata, dan pendidikan yang dimiliki.
“Mestinya, Yogyakarta bisa menjadi Singapura kecil, bisa melakukan hal itu,” kata Hasto.
Ia menambahkan bahwa tugas besar ini disertai dengan ekspektasi publik yang tinggi, sehingga mereka harus mempersiapkan diri dengan baik untuk memenuhi harapan tersebut.
“Tentu tugas besar dan juga beban yang juga tidak ringan tanggungjawab kami karena ekspektasi publik itu luar biasa di Kota Yogyakarta ini. Juga yang membuat kami harus betul-betul bersiap diri mengerahkan segenap tenaga karena ekspektasinya sungguh luar biasa,” imbuh kader PDIP itu.
Pilkada Yogyakarta 2024 diikuti oleh tiga pasangan calon. Selain Hasto Wardoyo-Wawan Harmawan yang diusung oleh PDI Perjuangan, ada juga pasangan Muhammad Afnan Hadikusumo-Singgih Raharjo yang didukung oleh Golkar, Gerindra, PKS, PPP, PKB, PSI, Partai Buruh, dan Partai Ummat. Serta pasangan Heroe Poerwadi-Sri Widya Supena yang diusung oleh NasDem, PAN, Demokrat, Perindo, PKN, Partai Garuda, dan Partai Gelora.
Penetapan Hasto Wardoyo dan Wawan Hermawan sebagai wali kota dan wakil wali kota Yogyakarta terpilih menandai awal baru bagi kepemimpinan di kota ini. Dengan visi dan misi yang jelas, mereka berkomitmen untuk membawa perubahan positif dan memajukan Kota Yogyakarta sebagai pusat keunggulan di berbagai bidang. Masyarakat Yogyakarta menantikan langkah-langkah konkret dari pasangan ini untuk mewujudkan visi tersebut.





