Prabowo Subianto Melawat ke Arab Saudi: Lobi Kuota Tambahan Jemaah Haji Indonesia 2025

Redaksi RuangInfo

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan untuk mengunjungi Arab Saudi pada penghujung Januari 2025. Lawatan ini bertujuan untuk melobi pemerintah Arab Saudi agar memberikan tambahan kuota bagi jemaah haji Indonesia pada tahun 2025. Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang, mengungkapkan harapannya agar Prabowo dapat bertemu dengan Raja Arab Saudi untuk membahas kemungkinan penambahan kuota tersebut.

Marwan Dasopang menyampaikan kepada Prabowo mengenai kondisi psikologis para calon jemaah haji Indonesia, terutama mereka yang berusia lanjut. Banyak di antara mereka merasa khawatir dan pesimis tidak dapat berangkat haji karena panjangnya daftar tunggu. 

“Bahkan ada yang merasa tidak akan sempat berangkat karena faktor usia,” ujar Marwan.

DPR berharap Prabowo dapat meyakinkan pihak Arab Saudi untuk memberikan kuota tambahan bagi jemaah Indonesia. Prabowo sendiri menyambut baik usulan ini dan berencana untuk menyampaikannya dalam pertemuannya dengan pihak Arab Saudi. 

“Tambahan kuota 10 ribu atau 5 ribu jemaah akan sangat menggembirakan bagi mereka yang sebelumnya merasa tidak mendapatkan kesempatan,” kata Marwan.

Pada musim haji 2025, kuota jemaah haji Indonesia tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 221 ribu orang sebelum adanya tambahan kuota. Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief, menjelaskan bahwa dari total kuota tersebut, mayoritas dialokasikan untuk jemaah haji reguler, sementara sisanya untuk jemaah haji khusus. Haji reguler mendapatkan kuota sebesar 203.320 jemaah, sedangkan 17.680 untuk jemaah haji khusus.

Selain lobi kuota tambahan, Marwan juga meminta pemerintah untuk melobi Arab Saudi agar tidak membatasi usia jemaah haji pada tahun 2025.

 “Kami berharap pemerintah, khususnya Menteri Agama, dapat meyakinkan pihak Saudi bahwa usia bukanlah faktor utama,” ujar Marwan. Ia menambahkan bahwa karakter jemaah haji Indonesia memang cenderung berusia lanjut karena masa tunggu yang panjang.

Marwan menegaskan bahwa alih-alih membatasi usia, Arab Saudi sebaiknya mempertimbangkan kesehatan calon jemaah haji. 

“Jika seseorang berusia lanjut namun sehat, mengapa harus dibatasi?” katanya. Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah Arab Saudi mengenai pembatasan usia jemaah haji.

Dirjen PHU Kemenag, Hilman Latief, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia masih menunggu surat resmi dari Arab Saudi terkait pembatasan usia jemaah haji. Hilman juga menyebutkan bahwa meskipun ada jemaah haji Indonesia yang berusia 100 tahun, jumlahnya tidak banyak. Pemerintah berencana untuk memitigasi dampak dari kebijakan pembatasan usia jika diterapkan.

Kunjungan Prabowo Subianto ke Arab Saudi diharapkan dapat membawa hasil positif bagi jemaah haji Indonesia, baik dalam hal penambahan kuota maupun kebijakan pembatasan usia. Dengan adanya lobi ini, diharapkan lebih banyak calon jemaah haji Indonesia, terutama yang berusia lanjut, dapat mewujudkan impian mereka untuk menunaikan ibadah haji. Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk memastikan bahwa hak-hak jemaah haji dapat terpenuhi dengan baik.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *