Kim Sae-ron, aktris yang dikenal luas di Korea Selatan, dilaporkan mengalami tekanan emosional yang berat sebelum ditemukan meninggal dunia pada Minggu (16/2). Depresi yang dialaminya disebut-sebut dipicu oleh berbagai komentar negatif dan ulasan di media sosial yang mengarah padanya. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Asosiasi Pencegahan Bunuh Diri Produser Hiburan Korea, Kwon Young-chan, setelah berbincang dengan ayah mendiang.
Kwon Young-chan menjelaskan bahwa ayah Kim Sae-ron menyebut putrinya mengalami tekanan emosional yang besar akibat video yang diunggah oleh seorang YouTuber, yang disebut sebagai Tuan A. Konten tersebut berisi sejumlah foto bertema pernikahan yang diambil dari media sosial Kim, yang telah diunggah sejak Januari 2025. Dalam video tersebut, A mempertanyakan apakah Kim Sae-ron sedang “mempermalukan dirinya lagi” dan “bersembunyi setelah rumor pernikahan” yang sempat beredar sebelumnya.
Tuan A juga mengklaim telah “menghubungi Kim secara langsung” untuk meminta tanggapan atas rumor tersebut, namun tidak mendapatkan jawaban. Sebelumnya, A mengunggah video di YouTube setelah mendapatkan informasi bahwa Kim bekerja paruh waktu di sebuah kafe karena kesulitan keuangan. “Perilaku semacam ini merupakan pelanggaran privasi yang serius dan menambah rasa sakit mental,” ujar Kwon.
Setelah kabar meninggalnya Kim Sae-ron tersebar, Tuan A segera menghapus seluruh konten yang berkaitan dengan aktris tersebut dari saluran YouTube miliknya. Namun, tindakan ini justru membuat A menjadi sasaran kritik dari netizen Korea Selatan. Menurut Kwon, sebelum konten tersebut dihapus, pihaknya telah menyimpan sejumlah bukti terkait dugaan pelanggaran privasi itu. Langkah ini diambil untuk membantu keluarga Kim Sae-ron jika mereka memutuskan untuk menggugat A.
Masalah depresi bukanlah hal yang bisa dianggap enteng. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami krisis emosional atau memiliki tendensi bunuh diri, sangat disarankan untuk segera menghubungi bantuan profesional. Layanan Hotline Gratis Pencegahan Bunuh Diri Kementerian Kesehatan dan RS Marzoeki Mahdi dapat dihubungi melalui www.healing199.id, atau telepon di nomor 119 extension 8, serta WhatsApp yang terhubung langsung di situs tersebut.
Kasus Kim Sae-ron menyoroti betapa seriusnya dampak dari tekanan media sosial dan pelanggaran privasi terhadap kesehatan mental seseorang. Penting bagi kita semua untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan lebih peka terhadap perasaan orang lain. Dukungan dari keluarga, teman, dan profesional kesehatan mental sangat diperlukan untuk mencegah tragedi serupa terjadi di masa depan.





