Banjir Bandang Menghantam Kawasan Industri Morowali: Alat Berat dan Kontainer Terbawa Arus

Redaksi RuangInfo

Kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, diterjang banjir bandang pada Senin (17/3) dini hari. Bencana ini mengakibatkan alat berat dan kontainer pekerja terendam air, dengan ketinggian mencapai sekitar satu meter. Sebuah video amatir yang beredar memperlihatkan bagaimana alat berat dan kontainer tersebut terseret dan terendam air.

“Benar. Banjir ini terjadi di kawasan IMIP, khususnya di area IMIP 8,” ungkap Dedy Kurniawan, Kepala Departemen Hubungan Media PT IMIP, dalam pernyataan tertulisnya pada Rabu (19/3).

Banjir yang melanda pada Senin dini hari tersebut berhasil diatasi beberapa jam kemudian, tepatnya pada Senin siang. Menurut Dedy, area yang terdampak banjir sedang dalam tahap awal konstruksi pembangunan pabrik baru. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut menyebabkan tumpukan bekas tanah galian pondasi hanyut terbawa arus.

“Hal inilah yang membuat air banjir berwarna merah kecoklatan. Selain itu, kondisi tanah di sini memang seperti itu, maksudnya berwarna merah,” jelas Dedy.

Hingga saat ini, PT IMIP belum dapat menaksir jumlah kerugian yang diakibatkan oleh banjir bandang tersebut. “Kami belum lakukan perhitungan soal kerugian. Sementara fokus kami adalah pengecekan seluruh area untuk antisipasi hujan terjadi lagi agar kanal tidak meluap,” kata Dedy.

Selain kawasan industri, banjir juga merendam Desa Lalampu dan Desa Labota di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali. Ketinggian air di desa-desa tersebut mencapai 50 hingga 60 sentimeter.

PT IMIP dan pihak terkait kini tengah berupaya melakukan pengecekan dan antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang. Langkah-langkah pencegahan seperti perbaikan sistem drainase dan penguatan kanal menjadi prioritas untuk menghindari banjir susulan.

Banjir bandang yang melanda kawasan industri dan sekitarnya ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama di daerah yang sedang dalam tahap pembangunan infrastruktur. Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat diharapkan dapat meminimalisir dampak bencana di masa mendatang.

Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *