Kebakaran hutan yang melanda Korea Selatan semakin memburuk pada Selasa (25/3), memaksa lebih dari tiga ribu jiwa untuk dievakuasi. Plt Menteri Dalam Negeri, Ko Ki Dong, mengungkapkan bahwa kebakaran ini telah melahap sekitar 14.694 hektar hutan, mengakibatkan 11 orang terluka, dan empat orang lainnya dilaporkan meninggal dunia.
Ko Ki Dong, dalam pernyataannya yang dikutip oleh Channel News Asia, menyatakan bahwa kebakaran hutan sejauh ini telah memengaruhi sekitar 14.694 hektar, dengan kerusakan yang terus bertambah. Tim pemadam kebakaran menghadapi kesulitan dalam memadamkan api karena kondisi di lapangan yang tidak kondusif, ditambah dengan angin kencang dan cuaca panas yang melanda Korea Selatan saat ini.
Pemerintah Korea Selatan berencana untuk memobilisasi semua sumber daya yang tersedia guna mengatasi titik-titik kebakaran yang tersebar di berbagai wilayah. Beberapa daerah yang terdampak antara lain Sancheong, Hadong, Gimhae, Uiseong, dan Distrik Ulju, sebagaimana dilaporkan oleh The Korea Times.
Di Uiseong, Provinsi Gyeongsang Utara, wartawan AFP melaporkan bahwa langit dipenuhi asap dan kabut akibat kebakaran. Para pekerja di kuil setempat terlihat berusaha memindahkan artefak bersejarah serta menutupi patung-patung Buddha untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Lebih dari 6.700 petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan, dengan hampir dua perlima personel dikirim ke Uiseong.
Pemerintah Korea Selatan telah mengumumkan keadaan darurat di empat wilayah negara tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa semua upaya pemadaman dan evakuasi dapat dilakukan dengan cepat dan efektif, mengingat skala kebakaran yang semakin meluas dan dampaknya yang signifikan terhadap masyarakat setempat.
Kebakaran hutan yang melanda Korea Selatan saat ini menjadi salah satu bencana lingkungan yang paling serius di negara tersebut. Dengan ribuan orang yang harus dievakuasi dan kerusakan yang meluas, tantangan besar dihadapi oleh tim pemadam kebakaran dan pemerintah dalam mengatasi situasi ini. Dukungan dan koordinasi yang baik antara berbagai pihak sangat diperlukan untuk mengendalikan kebakaran dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.





