Pemerintah Indonesia tengah bersiap meluncurkan sebuah inisiatif baru yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran digital di kalangan perempuan dan anak-anak. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan anak-anak pada perangkat elektronik dan media sosial.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, baru-baru ini mengadakan pertemuan dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Arifah Fauzi. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas sinergi dalam meningkatkan literasi digital bagi perempuan dan anak di Indonesia.
Menurut Meutya, perempuan dan anak sering kali menjadi sasaran utama kejahatan digital.
“Strategi yang telah berjalan adalah literasi digital. Kemkomdigi bersama Kementerian PPPA akan melibatkan perempuan untuk mendapatkan literasi digital. Berdasarkan data yang kami peroleh, korban terbanyak dari penipuan dan transaksi keuangan digital adalah perempuan,” ungkap Meutya dalam pernyataannya
Dalam pertemuan tersebut, kedua kementerian berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas perempuan dan anak dalam memanfaatkan teknologi secara aman. Arifah Fauzi menekankan pentingnya literasi digital untuk mencegah penipuan dan penggunaan media sosial yang tidak bijak.
“Kami akan fokus agar perempuan dan anak tidak mengalami penipuan sehingga perlu ada literasi. Bagaimana menggunakan media sosial secara bijak,” ujarnya.
Salah satu inisiatif yang akan diwujudkan adalah program Ruang Bersama Merah Putih, yang merupakan kolaborasi antara berbagai kementerian dan lembaga. Arifah menjelaskan bahwa program ini akan memaksimalkan kolaborasi yang sudah ada, terutama di tingkat desa.
Lebih lanjut, Arifah menegaskan bahwa anak-anak tidak bisa sepenuhnya dilarang bermain gadget atau media sosial. Oleh karena itu, pemerintah harus menyediakan alternatif yang menarik. Salah satu solusi yang ditawarkan dalam Ruang Bersama Merah Putih adalah permainan tradisional. “Oke kalau saya tidak boleh main gadget apa solusinya? Maka salah satunya adalah kita akan tawarkan di sana kita sediakan permainan-permainan tradisional,” jelas Arifah.
Selain itu, Kementerian PPPA juga berencana untuk meningkatkan kreativitas dan keahlian anak-anak melalui berbagai kegiatan dalam program tersebut.
“Jadi mereka yang akan suka tari, kita akan datangkan pelatih tari, yang suka menulis, kemudian yang suka menggambar, yang suka menyanyi, yang suka main drama, kita akan datangkan mentor-mentornya,” tambahnya.
Ruang Bersama Merah Putih dijadwalkan akan diluncurkan pada 22 Desember, bertepatan dengan perayaan Hari Ibu. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perempuan dan anak-anak di seluruh Indonesia, dengan meningkatkan literasi digital dan mengurangi risiko kejahatan digital.





