Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah menandatangani dekrit yang memperbarui aturan penggunaan senjata nuklir Rusia, yang memungkinkan serangan terhadap Amerika Serikat. Dekrit ini merupakan bagian dari pembaruan kebijakan pencegahan nuklir dalam Dasar Kebijakan Negara dalam Pencegahan Nuklir (Foundations of State Policy in the Field of Nuclear Deterrence).
Menurut laporan dari media pemerintah Rusia, TASS, prinsip dasar dari doktrin ini adalah bahwa penggunaan senjata nuklir hanya akan dilakukan sebagai langkah terakhir untuk melindungi kedaulatan negara. TASS juga melaporkan bahwa ancaman dan risiko militer baru telah mendorong Rusia untuk mengklarifikasi kondisi penggunaan senjata nuklir.
Dalam doktrin terbaru ini, Rusia akan menganggap serangan dari negara non-nuklir yang didukung oleh negara nuklir sebagai serangan bersama. Selain itu, doktrin ini juga mencakup serangan yang menggunakan rudal konvensional, drone, atau pesawat lain yang memenuhi kriteria tertentu.
Doktrin ini juga menegaskan bahwa segala bentuk agresi terhadap Rusia dari negara anggota koalisi akan dianggap sebagai tindakan agresi. Langkah ini diambil setelah pemerintahan Amerika Serikat mengizinkan Ukraina untuk menggunakan rudal jarak jauh dalam menyerang wilayah Rusia.
Ukraina telah lama melobi Amerika Serikat untuk mengizinkan penggunaan sistem pertahanan udara roket ATACMS, yang memiliki jangkauan hingga 306 kilometer. Putin berulang kali memperingatkan bahwa keterlibatan negara Barat dan NATO dalam konflik Ukraina dapat menyeret mereka ke dalam perang.
Rusia juga meyakini bahwa serangan ke wilayahnya akan dilakukan oleh Barat. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa target yang ditetapkan bukan berasal dari militer Ukraina, melainkan ahli dari negara-negara Barat.
Salah satu pejabat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Presiden Joe Biden mengizinkan Ukraina menggunakan rudal setelah Korea Utara mengerahkan ribuan personel ke Rusia untuk membantu dalam perang melawan Ukraina. Informasi terakhir menunjukkan bahwa ribuan pasukan Korea Utara telah berada di perbatasan Rusia-Ukraina.
Pembaruan doktrin nuklir Rusia ini menandai eskalasi ketegangan antara Rusia dan Amerika Serikat, serta sekutunya. Dengan ancaman baru ini, dunia menyaksikan dinamika geopolitik yang semakin kompleks dan berpotensi memicu konflik lebih lanjut. Keputusan Putin untuk memperbarui kebijakan nuklir ini menunjukkan bahwa Rusia siap mengambil langkah tegas dalam menghadapi ancaman yang dirasakannya dari Barat.





