Kisah Inspiratif Seorang Pendidik di Pelosok Nusantara: Dedikasi Abdul Muis di SDN Terpencil Eeya

Redaksi RuangInfo

Di tengah segala keterbatasan fasilitas pendidikan, banyak pendidik di Indonesia yang tetap gigih berjuang mencerdaskan generasi muda. Terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), kisah-kisah inspiratif dari para guru ini layak menjadi panutan. Salah satunya adalah Abdul Muis, seorang pendidik yang memilih mengabdikan diri di SD Negeri 2 Terpencil Eeya, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Bagi Muis, mengajar di sekolah terpencil bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa.

Pak Muis, begitu ia akrab disapa, menghadapi tantangan besar dalam mendidik murid-muridnya. Banyak siswa kelas 6 di sekolah ini yang belum lancar membaca dan berhitung. Kondisi ini diperparah dengan minimnya fasilitas sekolah. SDN Terpencil Eeya belum memiliki listrik dan hanya memiliki tiga ruang kelas untuk enam tingkatan kelas. Akibatnya, satu ruang kelas harus digunakan untuk dua tingkat kelas yang berbeda.

Untuk mengatasi masalah literasi dan numerasi, Pak Muis menciptakan inovasi sederhana yang disebut JBL atau Jam Bilangan. Alat peraga ini terbuat dari tripleks berbentuk bundar dengan angka-angka berwarna di tepiannya. Dengan diiringi lagu, Pak Muis dan siswa-siswanya menggunakan JBL untuk belajar berhitung. Jika diputar ke kanan berarti positif, dan ke kiri berarti negatif. Inovasi ini memudahkan anak-anak memahami pelajaran dan meningkatkan kemampuan literasi serta numerasi mereka.

Berkat dedikasi dan inovasinya, Abdul Muis dianugerahi penghargaan Jambore GTK Hebat 2024 untuk Kategori Dedikatif Guru SD Sulawesi Tengah.

“Saya ingin anak-anak di sini mendapatkan kesempatan belajar yang sama seperti anak-anak di kota yang sistem sekolahnya sudah maju. Mereka berhak mendapat peluang yang sama untuk tumbuh dan berkembang,” ungkap Muis.

Pak Muis adalah satu dari jutaan guru hebat yang berkomitmen membangun Indonesia melalui pendidikan. Kisahnya menginspirasi banyak orang untuk terus berjuang demi masa depan anak-anak bangsa, meskipun di tengah keterbatasan. Dedikasi dan inovasi yang ditunjukkan oleh guru-guru seperti Muis menjadi harapan bagi kemajuan pendidikan di daerah 3T.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *