Sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia bersiap untuk membuka program studi (prodi) baru pada tahun 2025. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan pendidikan yang semakin beragam dan dinamis. Hingga saat ini, terdapat empat PTN yang telah mengumumkan rencana pembukaan prodi baru, dengan beberapa di antaranya sudah menetapkan kuota penerimaan mahasiswa.
Empat PTN yang akan membuka prodi baru pada tahun 2025 antara lain Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Terbuka, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Prodi yang akan dibuka mencakup bidang Kedokteran dan Sains Komunikasi, dengan dua PTN di antaranya membuka jurusan kedokteran baru.
Proses seleksi mahasiswa baru akan segera dimulai. Siswa SMA dan SMK kelas 12 dapat mengikuti dua jalur non-tes, yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan SPAN PTKIN. Selain itu, terdapat seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT), jalur mandiri, serta UM PTKIN khusus untuk perguruan tinggi Islam negeri seperti UIN, IAIN, dan STAIN.
Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berencana mendirikan Fakultas Kedokteran, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) BAN-PT bernomor 1819/SK/BAN-PT/AK/PT/IX/2024 tertanggal 24 September 2024. Rektor UTM, Dr. Safi’, menyatakan bahwa sebagian besar syarat ketersediaan 28 dosen dokter telah terpenuhi, meskipun masih ada empat spesifikasi SDM yang dalam proses pencarian.
“Tahun depan kami mulai membuka pendaftaran mahasiswa baru FK, tetapi ini sebatas target,” ujar Dr. Safi’.
Universitas Terbuka (UT) juga berencana membuka sekitar 20 program studi baru untuk jenjang S1, S2, dan S3 pada tahun akademik 2025/2026. Beberapa prodi yang akan dibuka antara lain S1 Sains Data dan S1 Perpajakan. Prodi S1 Sains Data akan ditawarkan di tujuh UT Daerah dengan skema layanan Sistem Paket Semester (SIPAS) Non Tutorial Tatap Muka (TTM). Sementara itu, S1 Perpajakan akan tersedia di seluruh UT Daerah dan UT Layanan Luar Negeri.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) akan membuka prodi S1 Sains Komunikasi pada tahun 2025. Kepala Prodi S1 Sains Komunikasi ITS, Hermanto SS MPd, menyatakan bahwa prodi ini menawarkan prospek pekerjaan yang menjanjikan di bidang komunikasi, seperti analis komunikasi, praktisi media, dan staf komunikasi.
“Lulusan Sains Komunikasi dapat bekerja di berbagai sektor mulai dari industri hingga pemerintahan,” ungkap Hermanto.
UIN Ar-Raniry Banda Aceh berupaya membuka Fakultas Kedokteran pada tahun 2025. Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman, menyatakan bahwa pembukaan fakultas ini merupakan bagian dari jihad akademik untuk meningkatkan kontribusi kampus dalam melayani masyarakat Aceh. Saat ini, pihaknya telah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan dan tinggal menunggu visitasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi.
Pembukaan prodi baru di berbagai PTN ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia dan menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja yang semakin kompleks. Namun, tantangan dalam mempersiapkan infrastruktur, tenaga pengajar, dan kurikulum yang sesuai tetap menjadi perhatian utama. Dengan persiapan yang matang, diharapkan prodi-prodi baru ini dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pendidikan di tanah air.





