Inul Daratista, diva dangdut terkemuka, baru-baru ini membagikan pengalaman pahit yang dialaminya ketika salah satu pegawainya terlibat dalam pencurian di kantornya. Insiden ini terasa lebih menyakitkan karena pegawai tersebut, bernama Leon Tada, telah mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari Inul, terutama selama masa pandemi ketika banyak orang kehilangan pekerjaan.
Menurut laporan pada Senin (25/11), Leon Tada, mantan pegawai yang terlibat dalam kasus pencurian ini, telah diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Inul, yang hadir di studio FYP Trans7 pada hari yang sama, mengungkapkan bahwa meskipun Leon bukanlah orang terdekat, ia telah bekerja selama lima hingga enam tahun dan mendapatkan kepercayaan penuh darinya.
Inul menjelaskan bahwa Leon awalnya bekerja sebagai office boy di salah satu outletnya. Namun, ketika pandemi Covid-19 melanda, Inul memutuskan untuk tidak memecat pegawainya dan tetap memberikan gaji meskipun pekerjaan berkurang. Leon kemudian ditempatkan di kantor untuk membantu membersihkan, sebuah keputusan yang diambil Inul untuk menjaga kesejahteraan pegawainya.
Selama bekerja di kantor, Leon mendapatkan kepercayaan dari rekan-rekannya dan sering mengeluh tentang kesulitan yang dihadapinya. Inul dan pegawai lainnya berusaha membantu, namun kepercayaan tersebut justru disalahgunakan. Leon memanfaatkan kesempatan ketika menginap di kantor untuk mempelajari situasi dan akhirnya melakukan pencurian.
Inul mengungkapkan bahwa Leon berhasil mencuri mobil kantor beserta tiga BPKB, di mana salah satunya dijual dan dua lainnya digadaikan. Selain itu, Leon juga mencuri laptop milik pegawai lain dan sejumlah uang yang mencapai puluhan juta rupiah. Inul mengaku awalnya tidak mengetahui kejadian ini karena tidak ada pegawai yang berani melapor.
Kecurigaan Inul mulai muncul setelah mendengar bisik-bisik di kantor. Ia kemudian memeriksa rekaman CCTV yang menunjukkan Leon membawa mobil kantor dan berhasil mengelabui petugas keamanan dengan alasan palsu. Bukti ini menjadi dasar untuk menangkap dan mengadili Leon.
Meskipun Leon telah diadili, Inul mengaku belum pernah bertemu langsung dengan mantan pegawainya itu. “Saya enggak mau bertemu, sudah eneklah, sakit hati,” ungkap Inul dengan perasaan kecewa dan terluka. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi Inul tentang pentingnya kehati-hatian dalam memberikan kepercayaan.
Kasus ini menjadi pengingat bagi banyak orang tentang risiko yang mungkin muncul dari kepercayaan yang diberikan kepada orang lain. Meskipun niat baik Inul untuk membantu pegawainya selama masa sulit, pengkhianatan yang dialaminya menunjukkan bahwa kepercayaan harus selalu diimbangi dengan kewaspadaan. Pengalaman Inul ini juga menyoroti pentingnya sistem keamanan yang baik di tempat kerja untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.





