Pemilihan Bupati Serang tahun 2024 menjadi pusat perhatian setelah hasil hitung cepat atau quick count yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia mengungkapkan kekalahan mencolok bagi pasangan Andika Hazrumy dan Nanang Supriatna. Pasangan ini hanya mampu meraih 29,92 persen suara, jauh tertinggal dari rivalnya, Ratu Rachmat Zakiyah dan Najib Hamas, yang berhasil mengumpulkan 70,08 persen suara.
Tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Serang tercatat cukup tinggi, mencapai 80,48 persen. Data yang masuk hingga saat ini sudah mencapai 100 persen, menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menentukan pemimpin daerah mereka.
Perlu diingat bahwa hasil quick count bukanlah hasil resmi dari Pilkada Serentak 2024. Hasil resmi akan ditentukan melalui penghitungan manual berjenjang yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di masing-masing daerah. Pengumuman resmi dijadwalkan akan dilakukan sekitar 16 Desember 2024.
Andika Hazrumy, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Gubernur Banten periode 2017-2022, dikenal sebagai putra dari mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. Dalam pencalonannya kali ini, Andika bersama pasangannya, Nanang Supriatna, mendapatkan dukungan dari sejumlah partai politik besar seperti PKB, Golkar, PPP, PDIP, Demokrat, dan PKN.
Di sisi lain, Ratu Rachmat Zakiyah, yang merupakan mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kanwil Kemenag Kabupaten Serang, tampil sebagai pemenang dalam quick count. Zakiyah juga dikenal sebagai istri dari Yandri Susanto, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal sekaligus Wakil Ketua Umum PAN. Dalam Pilbup Serang kali ini, Zakiyah didukung oleh koalisi partai yang terdiri dari Partai NasDem, PKS, PAN, Gerindra, Perindo, Partai Garuda, PBB, dan PSI.
Kekalahan Andika Hazrumy dalam quick count ini menjadi catatan penting dalam dinamika politik di Banten, khususnya di Kabupaten Serang. Dengan hasil ini, diharapkan semua pihak dapat menunggu hasil resmi dari KPU dan tetap menjaga kondusivitas serta semangat demokrasi yang sehat. Pemilihan ini juga menjadi refleksi bagi para kandidat dan partai politik untuk terus mendengarkan aspirasi masyarakat dan berkomitmen dalam pembangunan daerah yang lebih baik.





