Menteri Dalam Negeri Korea Selatan, Lee Sang-min, secara resmi mengundurkan diri pada Minggu (8/12) waktu setempat. Keputusan ini diambil setelah pengumuman darurat keamanan militer pada Selasa (3/12) yang memicu kehebohan publik. Dalam pernyataannya, Lee menyatakan bahwa pengunduran dirinya adalah
“sebagai pengakuan berat atas tanggung jawab karena gagal melayani publik dan presiden dengan baik,” seperti dilaporkan oleh surat kabar Joong Ang Ilbo yang mengutip dari AFP.
Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, telah menerima pengunduran diri Lee Sang-min. Langkah ini menandai babak baru dalam dinamika politik di Korea Selatan, di mana Lee dan Yoon termasuk di antara pejabat yang diselidiki atas tuduhan pemberontakan setelah deklarasi darurat militer beberapa waktu lalu.
Sementara itu, upaya pemakzulan terhadap Presiden Yoon Suk Yeol terkait keputusannya memberlakukan darurat militer tidak berhasil. Parlemen Korea Selatan gagal meloloskan draf pemakzulan yang digelar di Majelis Nasional pada Sabtu (7/12) malam. Kegagalan ini disebabkan oleh aksi boikot sidang yang dilakukan oleh anggota partai Yoon, Partai Kekuatan Rakyat (People Power Party/PPP).
Usulan pemakzulan gagal mencapai kuorum dengan selisih lima suara. Berdasarkan aturan hukum yang berlaku, dibutuhkan dua pertiga mayoritas suara anggota parlemen, sekitar 200 dari total 300 anggota parlemen, untuk meloloskan mosi pemakzulan tersebut.
“Jumlah anggota yang memberikan suara tidak mencapai mayoritas dua pertiga yang dibutuhkan,” kata Ketua Majelis Nasional Woo Won Shik.
Pada hari yang sama, polisi menangkap Kim Yong-hyun, yang menjabat sebagai menteri pertahanan pada saat operasi darurat militer. Kim kini dicekal dan dilarang bepergian, menambah ketegangan politik di negara tersebut.
Pengunduran diri Lee Sang-min dan kegagalan mosi pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol menandai ketidakstabilan politik di Korea Selatan. Keputusan darurat militer yang kontroversial telah memicu perdebatan sengit di kalangan politik dan masyarakat. Dengan situasi yang terus berkembang, perhatian publik dan internasional kini tertuju pada langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil oleh pemerintah Korea Selatan.
Perkembangan politik di Korea Selatan menunjukkan dinamika yang kompleks dan penuh tantangan. Pengunduran diri Lee Sang-min dan kegagalan mosi pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol menjadi sorotan utama dalam lanskap politik negara tersebut. Dengan berbagai isu yang masih belum terselesaikan, masa depan politik Korea Selatan tetap menjadi perhatian utama bagi para pengamat dan masyarakat internasional.





