Kapal-kapal milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menghentikan sementara layanan penyeberangan dari Pelabuhan Muara Angke Kaliadem di Jakarta Utara menuju sejumlah pulau berpenduduk di Kabupaten Kepulauan Seribu selama tiga hari terakhir. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Kepala Sub Tata Usaha Unit Pengelola Angkutan Perairan (UPAP) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Dimas Prasetyo, menyatakan bahwa penundaan ini dilakukan sejak Selasa hingga Kamis, sesuai dengan arahan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Dimas Prasetyo menjelaskan bahwa kebijakan untuk tidak berlayar sepenuhnya didasarkan pada informasi dari BMKG yang memperingatkan adanya risiko angin kencang, gelombang tinggi, dan hujan lebat di perairan tersebut.
“Minggu lalu juga kami batalkan keberangkatan karena cuaca buruk pada Kamis dan Jumat,” tambahnya.
Meskipun demikian, kapal-kapal di Pelabuhan Muara Angke tetap siap berlayar setiap hari, menunggu kondisi cuaca yang memungkinkan untuk melanjutkan layanan penyeberangan.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah membuka layanan penjualan tiket untuk penyeberangan ke Kepulauan Seribu, namun keberangkatan dibatalkan jika cuaca buruk.
“Kami mendapatkan informasi cuaca buruk. Jadi kita batalkan keberangkatan dan uang penumpang yang membeli tiket melalui aplikasi dikembalikan lagi,” ujar Dimas.
Dalam kondisi cuaca normal, Dishub DKI Jakarta menyediakan 11 kapal untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat dan wisatawan ke Kepulauan Seribu.
Kepala Unit Pengelola Angkutan Perairan (UPAP) Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Anthon R Parura, menjelaskan bahwa 11 kapal disiapkan untuk melayani sembilan pulau berpenduduk di Kepulauan Seribu. Pulau-pulau tersebut meliputi Pulau Tidung, Pulau Payung, Pulau Pari, Pulau Lancang, Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka, Pulau Kelapa, Pulau Panggang, dan Pulau Sabira. Rute yang ditempuh meliputi lintasan dari Muara Angke ke berbagai pulau tersebut, dengan empat kapal beroperasi setiap harinya.
Di tengah penangguhan layanan penyeberangan, sebuah insiden kapal karam terjadi di perairan timur Pulau Karang Beras. Kapal KM Bintang Muara 4 mengalami kebocoran saat berlayar dari Pulau Harapan menuju Pulau Tidung pada Kamis pagi. Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, melaporkan bahwa kebocoran terjadi pada bagian lambung kiri kapal, menyebabkan mesin terendam air dan mati.
Setelah menerima informasi kapal karam pada pukul 09.20 WIB, tim gabungan yang terdiri dari Gulkarmat, kepolisian, Dishub, Satpol PP, Basarnas, dan BPBD segera menuju lokasi untuk memberikan bantuan.
“Gulkarmat mengirimkan Rescue Boat RB 01 dari Pos Pulau Karya untuk mengevakuasi nakhoda dan ABK kapal,” kata Gatot. Berkat upaya evakuasi yang cepat, kapten dan enam orang anak buah kapal berhasil diselamatkan dari kapal yang karam tersebut.
Cuaca buruk yang melanda perairan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu telah memaksa Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk menangguhkan layanan penyeberangan demi keselamatan penumpang. Sementara itu, insiden kapal karam yang terjadi menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi antar lembaga dalam menangani situasi darurat di perairan. Diharapkan, kondisi cuaca segera membaik agar layanan penyeberangan dapat kembali beroperasi dan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman.





