TOPSHOT - Palestinian Hamas fighters escort Israeli hostages (L-R) Ohad Ben Ami, Or Levy and Eli Sharabi on a stage before handing them over to a Red Cross team in Deir el-Balah, central Gaza, on February 8, 2025, as part of the fifth hostage-prisoner exchange of a fragile ceasefire. The swap comes after US President Donald Trump proposed clearing out the Gaza Strip of its inhabitants and for the United States to take over the Palestinian territory -- a plan that has sparked global uproar and been rejected by Hamas. (Photo by Eyad BABA / AFP)

Hamas Bebaskan Tiga Tawanan Israel dalam Pertukaran dengan Palang Merah di Gaza

Redaksi RuangInfo

Pada Sabtu (8/2), Hamas membebaskan tiga tawanan Israel kepada Palang Merah di Jalur Gaza. Ini merupakan bagian dari putaran kelima pertukaran tawanan antara Israel dan Hamas dalam rangka gencatan senjata yang sedang berlangsung. Ketiga tawanan tersebut adalah Ohad Ben Ami, Eli Sharabi, dan Or Levy, yang telah ditahan sejak 7 Oktober 2023.

Ketiga tawanan, yang diserahkan di Deir al-Balah pada hari ke-491 penahanan mereka, tampak kurus dan pucat saat dibebaskan. Ami dan Sharabi terlihat mengenakan pakaian berwarna cokelat. Sebelum dibawa ke tiga kendaraan Palang Merah untuk kembali ke Israel, mereka sempat memberikan pidato dalam Bahasa Ibrani.

Ben Ami dan Sharabi diculik dari rumah mereka di Kibbutz Be’eri, yang terletak sekitar empat kilometer dari perbatasan Gaza. Pada hari yang sama, istri Ben Ami, Raz Ben Ami, juga ditahan, namun ia telah dibebaskan pada gencatan senjata pertama yang terjadi pada November 2023. Sementara itu, Levy ditahan saat menghadiri festival musik pada 7 Oktober, di mana istrinya, Eynav, tewas dalam serangan tersebut.

Hamas telah membebaskan total 16 tawanan Israel sebagai bagian dari tahap pertama perjanjian gencatan senjata. Dari total 33 tawanan yang direncanakan akan dibebaskan secara bertahap, pembebasan tiga tawanan ini menandai langkah penting dalam proses tersebut. Namun, Hamas masih menahan 73 orang yang diculik dari Israel pada serangan 7 Oktober 2023.

Sebagai bagian dari pertukaran ini, Hamas memperkirakan bahwa Israel akan membebaskan 183 tahanan Palestina pada hari Sabtu ini. Namun, hingga saat ini, Israel belum mengonfirmasi jumlah dan nama tahanan yang akan dibebaskan. Dari tahanan Palestina yang akan dibebaskan, 18 orang didakwa dengan hukuman penjara seumur hidup oleh Israel, 54 orang menjalani hukuman ringan, dan 111 orang ditahan di Gaza setelah peristiwa 7 Oktober.

Sebelumnya, pada 1 Februari, Hamas telah membebaskan tiga tawanan Israel lainnya, yaitu Keith Siegel, Yarden Bibas, dan Ofer Kalderon. Selain itu, pada 30 Januari, Hamas juga membebaskan tawanan Israel dan beberapa warga negara Thailand.

Pembebasan tiga tawanan Israel oleh Hamas ini menandai langkah penting dalam upaya gencatan senjata antara kedua belah pihak. Dengan proses pertukaran yang masih berlangsung, diharapkan akan ada lebih banyak tawanan yang dibebaskan dalam waktu dekat, serta tercapainya perdamaian yang lebih stabil di wilayah tersebut.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *