Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tampak mendarat di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) Kulon Progo, DI Yogyakarta, pada Sabtu (22/2) siang. Kehadirannya di Yogyakarta menjadi pusat perhatian media, terutama terkait polemik retret kepala daerah di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah.
Mengutip dari detikJogja, Pramono Anung dan rombongannya tiba di YIA dengan pesawat Garuda Indonesia sekitar pukul 13.15 WIB. Saat didekati oleh awak media, Pramono memilih untuk tidak banyak berkomentar. Ia hanya tersenyum dan melambaikan tangan, menandakan bahwa ia tidak ingin diwawancara. Pramono kemudian melangkah cepat menuju mobil yang sudah menunggunya di depan terminal kedatangan YIA.
Dalam perjalanan menuju mobil, awak media terus berusaha melontarkan sejumlah pertanyaan terkait kedatangannya ke Yogyakarta serta polemik retret di Akmil. Namun, Pramono tetap irit bicara dan hanya memberikan jawaban singkat, “Bismillahirrahmanirrahim.” Ketika ditanya lebih lanjut mengenai maksud dari jawaban tersebut, Pramono hanya menjelaskan bahwa ia hendak naik kendaraan bermotor roda empat. “Mau naik mobil,” ucapnya sambil tersenyum.
Sebelumnya, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, telah mengeluarkan instruksi agar para kepala daerah dari PDIP menunda keberangkatan mereka ke retret kepala daerah di Akmil Magelang. Instruksi ini dikeluarkan Megawati pada Kamis (20/2) melalui surat nomor 7294/IN/DPP/II/2025. Instruksi tersebut muncul setelah penahanan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, yang ditahan usai menjalani pemeriksaan kedua sebagai tersangka pada Kamis (20/2) pukul 18.08 WIB. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Hasto sebagai tersangka sejak Desember 2024, dan kini ia menjalani penahanan di Rutan KPK untuk 20 hari pertama.
Kedatangan Pramono Anung di Yogyakarta di tengah polemik retret kepala daerah di Akmil menambah dinamika politik yang sedang berlangsung. Sikap diam Pramono di hadapan media menunjukkan kehati-hatiannya dalam menyikapi situasi yang sedang berkembang. Dengan adanya instruksi dari Megawati dan penahanan Hasto Kristiyanto, situasi politik di internal PDIP tampaknya sedang dalam fase yang dinamis. Keberlanjutan dari situasi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh partai tersebut.





