Lonjakan Warga Negara Asing di Bandara Soekarno-Hatta: China Dominasi Perlintasan 2024

Redaksi RuangInfo

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DKI Jakarta, Arief Munandar, mengungkapkan bahwa warga negara asing yang paling banyak melintas di Bandara Soekarno-Hatta pada tahun 2024 berasal dari China. Berdasarkan data dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, tercatat sebanyak 929.142 warga negara China melintas di terminal keberangkatan dan 568.246 di terminal kedatangan.

“Dari orang asing yang melintas tersebut, memang mayoritas adalah warga negara China di mana di terminal keberangkatan ada 929.142 orang dan kedatangan 568.246 orang,” ujar Arief dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XIII DPR RI, Senin (24/2).

Setelah China, warga negara Malaysia menempati urutan kedua dengan jumlah 622.108 di terminal keberangkatan dan 364.538 di terminal kedatangan. Selanjutnya, warga negara Singapura tercatat sebanyak 318.761 di terminal keberangkatan dan 185.768 di terminal kedatangan.

“Selanjutnya secara berurutan Malaysia, Singapura, Jepang, Korea, Saudi Arabia, India, USA, Australia serta Taiwan,” tambah Arief.

Arief juga memaparkan data total Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang melintas di Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 2023 hingga 2025. Pada periode Januari-Desember 2023, terdapat 9,37 juta WNI dan 4,38 juta WNA yang melewati pemeriksaan di Imigrasi Soekarno-Hatta. Sementara itu, pada periode yang sama di tahun 2024, jumlah WNI yang melintas mencapai 9,08 juta, sedangkan WNA mencapai 5,65 juta.

Di awal tahun 2025, tepatnya pada bulan Januari, tercatat 1,19 juta WNI dan 471 ribu WNA yang melewati pemeriksaan di Imigrasi Soekarno-Hatta.

Lonjakan jumlah warga negara asing, khususnya dari China, di Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan peningkatan mobilitas internasional yang signifikan. Hal ini menuntut kesiapan dari pihak imigrasi dalam menangani arus perlintasan yang padat, serta memastikan keamanan dan kelancaran proses pemeriksaan.

Selain itu, peningkatan jumlah perlintasan ini juga dapat berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi, mengingat banyaknya wisatawan dan pelaku bisnis yang datang ke Indonesia. Oleh karena itu, koordinasi antara berbagai pihak terkait sangat diperlukan untuk mengoptimalkan potensi yang ada.

Dengan dominasi warga negara China dalam perlintasan di Bandara Soekarno-Hatta, diharapkan pihak imigrasi dapat terus meningkatkan pelayanan dan pengawasan. Hal ini penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bagi semua pengguna bandara, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Indonesia.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *