Prediksi Penurunan Jumlah Pemudik Lebaran 1446 H: Analisis dan Faktor Pendukung

Redaksi RuangInfo

Pemerintah memproyeksikan bahwa jumlah pemudik pada Lebaran atau Idulfitri 1446 Hijriah tahun ini akan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, 2024. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan bahwa penurunan ini diperkirakan mencapai sekitar 24 persen dari total 193,6 juta pemudik pada tahun lalu.

Kabiro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Budi Rahardjo, mengonfirmasi bahwa potensi pergerakan masyarakat saat mudik Lebaran tahun ini memang menunjukkan penurunan. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub bersama akademisi, jumlah pemudik Lebaran 2025 diperkirakan mencapai 146,48 juta orang. Survei ini menggambarkan potensi pergerakan masyarakat selama masa angkutan Lebaran, dengan data yang diambil pada pertengahan Februari 2025.

Budi menjelaskan bahwa penggambaran potensi ini didasarkan pada persepsi publik yang dikumpulkan selama penelitian. Namun, ia menekankan bahwa keputusan masyarakat saat realisasi angkutan Lebaran dapat berbeda, tergantung pada situasi dan kondisi yang mempengaruhi keputusan akhir mereka. Meskipun demikian, survei Kemenhub tidak secara spesifik meneliti penyebab penurunan jumlah proyeksi pemudik tahun ini.

Juru Bicara Kemenhub, Elba Damhuri, mengonfirmasi bahwa survei yang dilakukan tidak mendalami penyebab turunnya jumlah proyeksi pemudik. “Jumlah pemudik diperkirakan 146,48 juta orang seperti hasil survei Kemenhub. Survei tidak mendalami apa penyebab naik turunnya pemudik. Nah, kapasitas kita tidak untuk menguraikan penyebab turunnya ini. Jadinya (nanti) berandai-andai,” ucap Elba.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, juga memprediksi jumlah pemudik pada Lebaran tahun ini mencapai 146,48 juta orang, dengan sekitar 23 persen di antaranya menggunakan mobil pribadi. Dudy memperkirakan arus puncak mudik Lebaran 2025 akan terjadi pada 28 Maret. Namun, ia mencatat bahwa kebijakan bekerja dari mana saja (Work From Anywhere/WFA) atau kesepakatan kerja fleksibel dapat mempengaruhi pergeseran waktu arus mudik lebih awal.

Kepala Korlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menyebut bahwa kebijakan WFA bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai BUMN yang dimulai sejak Senin (24/3) berpotensi memajukan pergerakan arus mudik. Ia meyakini bahwa puncak kepadatan kendaraan yang diperkirakan terjadi pada 28-29 Maret 2025 dapat diurai dengan kebijakan ini. “Bagus sekali pemerintah mengambil kebijakan cepat terkait Work From Anywhere. Jadi H – 10, traffic-nya sudah kelihatan naik,” kata Agus.

Berdasarkan data perlintasan jalan Tol di Trans Jawa dan Sumatera, terdapat peningkatan jumlah kendaraan. Catatan Jasa Marga menunjukkan bahwa pada 2024, pergerakan kendaraan pada H-10 Lebaran di Tol Trans Jawa mencapai 115 ribu kendaraan. Sementara untuk 2025, tercatat sudah 158 ribu kendaraan, menunjukkan kenaikan 37,5 persen pada periode H-10 sampai H-7.

Prediksi penurunan jumlah pemudik Lebaran 1446 Hijriah tahun ini didasarkan pada survei dan analisis yang dilakukan oleh Kemenhub. Meskipun tidak ada penelitian mendalam mengenai penyebab penurunan ini, berbagai faktor seperti kebijakan WFA dan perubahan pola pergerakan masyarakat dapat mempengaruhi proyeksi tersebut. Dengan data dan kebijakan yang ada, diharapkan arus mudik tahun ini dapat dikelola dengan baik untuk memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *