Percepat Pengungkapan Teror Air Keras: Polda Metro Jaya Resmi Buka Posko Pengaduan Kasus Andrie Yunus

Redaksi RuangInfo

Guna memecah kebuntuan penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras, Andrie Yunus, Polda Metro Jaya secara resmi membuka posko pengaduan khusus dan saluran telepon panas (hotline) 24 jam. Langkah strategis ini diambil pada Minggu malam, 15 Maret 2026, setelah identitas pelaku belum juga teridentifikasi secara jelas hingga hari kelima pasca-kejadian. Otoritas kepolisian menekankan bahwa partisipasi publik merupakan kunci utama dalam mengungkap tabir serangan brutal ini. Masyarakat yang berada di sekitar lokasi saat insiden terjadi atau melihat individu dengan gerak-gerik mencurigakan diimbau untuk segera melapor, dengan jaminan perlindungan kerahasiaan identitas bagi setiap pelapor yang memberikan informasi krusial.

Tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan kini tengah melakukan penyisiran ulang terhadap rekaman CCTV di sepanjang rute yang dilalui korban. Polisi menduga kuat bahwa pelaku telah membuntuti Andrie sejak ia meninggalkan kantor Kontras sebelum melancarkan aksinya. Fokus penyelidikan saat ini tertuju pada analisis rekaman baru yang memperlihatkan dua orang berboncengan motor dengan plat nomor yang diduga palsu. Selain itu, koordinasi intensif dengan laboratorium forensik terus dilakukan guna mengidentifikasi jenis cairan kimia yang digunakan, dengan harapan dapat melacak sumber pembelian zat korosif tersebut untuk mempersempit ruang gerak tersangka.

Dukungan moral dan gelombang solidaritas bagi Andrie Yunus terus mengalir dari berbagai kalangan aktivis serta tokoh masyarakat yang mendatangi Mapolda Metro Jaya. Mereka mendesak kepolisian untuk bekerja secara transparan, cepat, dan profesional dalam mengusut tuntas motif di balik serangan ini, mengingat korban sedang menangani beberapa kasus pelanggaran HAM yang sensitif. Pihak keluarga menyambut baik pembukaan posko pengaduan ini dan berharap ada saksi kunci yang berani bersuara demi tegaknya keadilan. Keluarga menegaskan bahwa pengungkapan motif pelaku, apakah berkaitan dengan pekerjaan korban atau faktor lain, sangat penting untuk menjamin keamanan para pejuang kemanusiaan lainnya di masa depan.

Sementara itu, kondisi kesehatan Andrie Yunus di ruang HCU RSCM dilaporkan mulai stabil secara umum, meskipun tim medis masih berjuang keras melakukan pemulihan jaringan kulit dan mencegah kerusakan permanen pada indra penglihatan. Kasus ini telah menjadi atensi khusus pimpinan Polri sebagai bagian dari komitmen menjaga rasa aman di ibu kota. Dengan dibukanya posko pengaduan pada pertengahan Maret 2026 ini, kepolisian berharap dapat segera meringkus aktor di balik teror ini guna membuktikan bahwa negara hadir dalam melindungi setiap warga negaranya dari aksi kekerasan. Informasi sekecil apa pun dari warga diharapkan dapat menjadi kepingan puzzle yang melengkapi berkas penyelidikan dalam waktu dekat.

TAGGED:
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *