Insiden kecelakaan tunggal menimpa seorang pengendara sepeda motor di ruas Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, pada Senin petang, 9 Maret 2026. Kecelakaan bermula saat kawasan tersebut diguyur hujan deras yang memicu genangan air di sepanjang jalur dari arah Cawang menuju Pancoran, sehingga menyamarkan keberadaan lubang jalan yang cukup dalam. Korban berinisial R (27) tidak sempat menghindar ketika roda depan kendaraannya menghantam lubang tersembunyi tersebut, yang menyebabkan motor oleng seketika dan membuat pengendara terpental ke aspal. Saksi mata di lokasi menyebutkan bahwa kondisi cuaca ekstrem dan buruknya drainase menjadi kombinasi maut yang membuat kerusakan aspal tidak terlihat oleh pengguna jalan yang melintas.
Akibat benturan keras tersebut, korban mengalami luka-luka pada bagian tangan serta kaki dan segera dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Selain cedera fisik, kendaraan korban juga mengalami kerusakan fatal pada sistem suspensi dan velg depan akibat hantaman tajam tepi lubang. Warga sekitar yang membantu proses evakuasi mengungkapkan bahwa titik kerusakan di Jalan MT Haryono ini sebenarnya sudah berlangsung lama dan sering kali memicu insiden serupa, terutama saat intensitas hujan tinggi. Kurangnya penerangan jalan di beberapa titik strategis jalur protokol ini turut memperburuk risiko bagi para komuter yang melintas pada malam hari dalam kondisi jalanan basah.
Merespons kejadian tersebut, Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan mengeluarkan imbauan keras bagi para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan dan menurunkan kecepatan saat melintasi area yang tergenang air. Pihak kepolisian menyatakan telah melakukan koordinasi darurat dengan dinas terkait untuk segera melakukan penanganan sementara pada lubang-lubang yang menganga guna mencegah bertambahnya jumlah korban. Proses evakuasi motor korban pada Senin malam sempat memicu kepadatan arus lalu lintas di jalur tersebut, karena banyak pengendara lain yang memperlambat laju kendaraan mereka demi menghindari jebakan lubang serupa yang masih tertutup sisa-sisa air hujan.
Masyarakat dan pengguna jalan mendesak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk segera melakukan perbaikan permanen dan tidak hanya sekadar penambalan sementara yang mudah terkikis kembali. Jalur MT Haryono sebagai salah satu nadi transportasi utama di Jakarta Selatan seharusnya mendapatkan perhatian khusus dalam hal pemeliharaan infrastruktur demi menjamin keselamatan publik. Selain perbaikan aspal, perbaikan sistem drainase agar air tidak cepat menggenang juga menjadi tuntutan utama warga guna menghilangkan risiko “lubang maut” yang selalu muncul setiap kali musim hujan melanda ibu kota pada awal tahun 2026 ini.





