Sebuah rekaman video yang menampilkan kondisi Waduk Gajah Mungkur (WGM) di Wonogiri, Jawa Tengah, telah menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Dalam video tersebut, tampak air waduk yang berwarna kecokelatan dan dipenuhi oleh sampah yang mengapung di permukaannya. Video ini diunggah oleh akun Instagram @repostwonogiri dan telah menyedot perhatian banyak pengguna internet.
Kepala Sub Divisi Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) WS Bengawan Solo 1, Arief Satria Marsudi, memberikan klarifikasi terkait fenomena ini. Menurutnya, penumpukan sampah di Waduk Gajah Mungkur adalah kejadian yang lazim terjadi setiap tahun, terutama saat musim penghujan.
“Fenomena sampah seperti ini terjadi setiap tahun saat ada debit besar di hulu DAS Keduang. Debit yang besar ini selain membawa sedimen juga membawa sampah-sampah yang berada di bantaran sungai,” ujar Arief, seperti dilansir detikJateng, Rabu (18/12/2024).
Arief menjelaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir, hujan deras mengguyur daerah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Wonogiri. Hal ini menyebabkan peningkatan debit air sungai yang mengalir ke Waduk Wonogiri, membawa serta sampah dari bantaran sungai.
“Sepanjang Waduk Gajah Mungkur diinformasikan banyak sampah,” kata seorang pria dalam video yang merekam kondisi waduk tersebut.
Untuk mengatasi masalah penumpukan sampah ini, pihak pengelola waduk telah memasang penangkap sampah apung atau trashboom di diversion channel closure dike dan di area intake Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
“Setiap sampah yang menempel di trashboom rutin kami bersihkan, terutama saat debit besar di hulu seperti ini. Dengan mengumpulkan sampah di satu titik di darat untuk bisa diambil menggunakan alat berat HCE yang kemudian diangkut menggunakan dump truck untuk dibuang ke TPS,” jelas Arief.
Penumpukan sampah di Waduk Gajah Mungkur tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga menghambat aliran air yang masuk ke intake PLTA. Hal ini dapat mempengaruhi kinerja pembangkit listrik dan mengurangi efisiensi produksi energi. Oleh karena itu, pembersihan sampah secara rutin menjadi prioritas bagi pengelola waduk.
Meskipun penanganan sampah dilakukan secara rutin, Arief berharap ada solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah ini. Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan. Selain itu, kerjasama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian Waduk Gajah Mungkur.
Dengan adanya perhatian dan tindakan yang tepat, diharapkan fenomena penumpukan sampah di Waduk Gajah Mungkur dapat diminimalisir, sehingga waduk dapat berfungsi optimal dan lingkungan sekitar tetap terjaga kebersihannya.





