Pada Sabtu (8/2), Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menggelar pertemuan penting dengan petinggi kelompok militan Palestina, Hamas, yang mendapat dukungan dari Teheran. Pertemuan ini menjadi yang pertama sejak Hamas menyetujui gencatan senjata dengan Israel, menandai momen krusial dalam hubungan antara Iran dan Hamas.
Dalam pertemuan tersebut, Khamenei menegaskan dukungannya yang kuat kepada Hamas. “Anda telah mengalahkan rezim Zionis, dan faktanya, Amerika. Dengan rahmat Tuhan, Anda tidak membiarkan mereka mencapai tujuan mereka,” ujar Khamenei kepada para pemimpin Hamas di Teheran, seperti dilaporkan oleh TV pemerintah dan dikutip dari AFP. Pernyataan ini menegaskan posisi Iran yang konsisten dalam mendukung perjuangan Hamas melawan Israel.
Sementara itu, media Al Arabiya melaporkan bahwa tidak ada rincian lebih lanjut mengenai pertemuan tersebut. Media setempat hanya menampilkan foto-foto Khamenei yang bertemu dengan tokoh-tokoh penting Hamas, termasuk al-Hayya, Mohammed Darwish, kepala dewan pimpinan Hamas, dan pejabat tinggi Hamas Nizar Awadalla. Minimnya informasi ini menimbulkan spekulasi mengenai agenda dan hasil dari pertemuan tersebut.
Pertemuan ini berlangsung di tengah kebijakan “tekanan maksimum” yang kembali diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap Teheran. Presiden Donald Trump telah mengindikasikan keinginan untuk menggelar perundingan nuklir yang baru dengan Iran. Namun, dalam pidato terpisah pada Jumat (7/2), Khamenei dengan tegas menolak kemungkinan perundingan apa pun dengan AS. “Berunding dengan pemerintah seperti itu tidak boleh dilakukan; itu tidak bijaksana, tidak cerdas, dan tidak terhormat,” tegas Khamenei.
Dalam konflik yang berlangsung antara Israel dan Hamas, Iran secara konsisten menunjukkan dukungannya kepada Hamas. Sikap tegas ini mencerminkan kebijakan luar negeri Iran yang berfokus pada dukungan terhadap kelompok-kelompok yang menentang Israel di kawasan Timur Tengah. Dukungan ini juga menjadi bagian dari strategi Iran untuk memperkuat pengaruhnya di wilayah tersebut.
Pertemuan antara Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat Hamas di Teheran menandai langkah penting dalam hubungan antara Iran dan Hamas, terutama setelah kesepakatan gencatan senjata dengan Israel. Dengan dukungan yang terus diberikan oleh Iran, Hamas diharapkan dapat memperkuat posisinya dalam konflik yang sedang berlangsung. Namun, dengan tekanan maksimum dari AS dan penolakan Khamenei terhadap perundingan, situasi politik di kawasan ini tetap kompleks dan dinamis. Dunia kini menantikan perkembangan lebih lanjut dari hubungan antara Iran, Hamas, dan negara-negara lain di Timur Tengah.





