Charles Leo Putra, seorang pria berusia 39 tahun asal Payakumbuh, Sumatera Barat, meregang nyawa setelah ditikam oleh kekasihnya, Fania Putri, yang berusia 25 tahun. Peristiwa memilukan ini terjadi di sebuah kos-kosan yang terletak di Baloi Blok V, Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Kamis (3/4). Kejadian ini mengguncang warga sekitar dan menambah deretan panjang kasus kekerasan dalam hubungan asmara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum insiden penusukan terjadi, pasangan ini sempat terlibat adu mulut sengit di dalam kos-kosan. Meski sudah dilerai oleh penghuni kos lainnya, pertengkaran tersebut tetap berlanjut hingga akhirnya Fania mengambil pisau dapur dan menusuk Charles di bagian dada. Charles yang terluka parah sempat dilarikan ke rumah sakit oleh Fania, namun sayangnya nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Kapolres Barelang, Kombes Pol Zainal Arifin, menjelaskan bahwa motif di balik penusukan ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Namun, berdasarkan pengakuan awal dari pelaku, Fania mengaku kesal terhadap Charles karena uang hasil kerjanya sebagai pemandu karaoke digunakan untuk berjudi slot. “Pelaku dan korban memang berpacaran, namun motif pastinya masih kami dalami,” ujar Kombes Pol Zainal Arifin kepada wartawan.
Setelah kejadian tersebut, Fania langsung diamankan oleh jajaran Polsek Lubuk Baja dengan dukungan dari Satreskrim Polresta Barelang. “Jajaran Polsek Lubuk Baja, di-backup Reskrim, sudah mengamankan pelaku,” tambah Kombes Pol Zainal Arifin. Saat ini, Fania tengah menjalani proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif sebenarnya di balik tindakan nekatnya tersebut.
Insiden penusukan ini sempat terekam oleh kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sekitar kos-kosan. Rekaman tersebut kini menjadi salah satu bukti penting dalam penyelidikan kasus ini. Sebelumnya, pada Kamis dini hari (3/4), penghuni kos dihebohkan dengan perkelahian antara Charles dan Fania yang berujung pada penusukan tragis tersebut.
Kejadian ini tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menimbulkan dampak psikologis bagi penghuni kos lainnya yang menyaksikan langsung insiden tersebut. Kasus ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat akan pentingnya mengelola emosi dan menyelesaikan konflik dalam hubungan dengan cara yang lebih sehat dan damai.
Tragedi yang menimpa Charles Leo Putra dan Fania Putri ini menyoroti pentingnya penanganan konflik dalam hubungan asmara dengan bijak. Diharapkan, kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi pasangan lainnya untuk lebih berhati-hati dalam mengelola emosi dan menyelesaikan masalah tanpa kekerasan. Pihak kepolisian diharapkan dapat mengusut tuntas kasus ini dan memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.





